Serba Serbi Pendaftaran dan Seleksi Pascasarjana UPI

Pada tulisan ini aku akan membayarkan hutung pengalaman tentang prosesku melakukan pendaftaran dan mengikuti tes Seleksi Pascasarjana (S2) UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Niat untuk membagikan pengalaman ini muncul ketika dulu setalah melawati wisuda dari program sarjana informasi mengenai jenjang pascasarjana masih sangat minim, salah satu jalan ninjaku adalah membaca pengalaman orang dari blog yang mereka tulisakan, nah dari situlah muncul niat "nanti kalau aku berhasil lulus, aku mau jadi salah satu sumber bagi orang-orang yang mengalami kondisi yang sama denganku ketika itu".

Sebelum menetapkan hati untuk melanjutkan kuliah di UPI, sebenarnya ketika itu aku mengalami dilema yang cukup panjang untuk memilih antara beberapa Universitas mulai dari UNJ (Universitas Negeri Jakarta) hingga UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Waktu itu pendaftaran di UNJ lebih dulu dibuka sehingga menambah dilema, ketika itu tidak ada tes untuk UNJ karena pandemi melainkan dengan seleksi proposal. Namun, dengan berbagai pertimbangan akhirnya aku melewatkan seleksi UNJ dan berusaha meyakinkan diri bahwa aku bisa lulus di UPI.

Mekanisme Pendaftaran Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Informasi mengenai pendaftaran dan tes seleksi dapat kalian temukan pada laman https://pmb.upi.edu/ maupun website pascasarjana yaitu spss.upi.edu. Pada kedua website tersebut akan di perbarui secara berkala segala informasi yang berkaitan dengan pendaftaran pascasarajana UPI.

Mekanisme pendaftaran adalah sebagai berikut:

Pendaftaran dan Seleksi Pascasarjana UPI

  1. Mengambil nomor bayar pada laman http://app.pmb.upi.edu/pascasarjana/. Caranya adalah dengan  klik tombol "Ambil nomor bayar" atau "daftar" yang terletak di sebelah kanan. Nanti akan muncul sebuah nomor yang akan digunakan untuk membayar tagihan pendaftaran.

  2. Siapkan uang untuk membayar biaya pendaftaran dan seleksi masuk yaitu Program Magister (S2) sebesar Rp. 750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) per peserta; Biaya pendaftaran dan seleksi masuk Program Doktor (S3) sebesar RP. 850.000,- (delapan ratus lima puluh ribu rupiah) per peserta, kemudian uang rersebut disetorkan melalui Bank Negera Indonesia (BNI) Persero Tbk. atau BNI di cabang manapun dengan menyebutkan Nomor Bayar PMB SPs UPI pada poin pertama.

  3. Setelah melakukan pembayaran kita akan melalui nomor pin untuk login kembali pada laman http://app.pmb.upi.edu/pascasarjana/ untuk mengisi kelengkapan biodata dan administrasi. Disini kita diperbolehkan untuk mengajukan DUA PILIHAN PROGRAM STUDI yang ditawarkan pada program pendidikan tertentu

  4. Setelah menyelsaikan proses pengisian data, alangkah baiknya untuk dicek kembali setelah yakin baru finalisasi pendaftaran. Setelah melakukan finalisasi kita akan diarahkan untuk mencetak berkas atau formulir yang sebelumnya kita isi dan juga kartu tanda peserta seleksi.
Pada kondisiku yang mengikuti pendafatarn dan seleksi (S2) pada tahun 2020 semester ganjil dengan jadwal pendaftaran pada 21 Mei – 10 Juli 2020, pelaksanaan Tes Seleksi Calon 25-26 Juli 2020 Pengumuman Hasil 3-4 Agustus 2020 (Jadwal bisanya mengalami perubahan) pengumuman jadwal dan lokasi seleksi diumumkan menyusul karena ketika itu kasus covid sedang lumayan tinggi. Hingga akhirnya seleksi diputuskan untuk dilakukan secara dalam jaringan (online). Sehingga peserta tes tidak perlu untuk datang ke Bandung melainkan bisa dari rumah masing-masing.

Persyaratan Akademik dan Peryaratan Administratif Daftar Pascasarjana UPI

1. Persyaratan Akademik meliputi 
  • Ijazah Sarjana (S1) atau yang sederajat dari Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi terakreditasi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,75 dalam rentang penilaian 0,00-4,00 atau yang setara  untuk yang akan mendafatar program S2 dan berijazah Magister (S2) atau yang sederajat dari Program Studi dan/atau Perguruan Tinggi terakreditasi dengan IPK sekurang-kurangnya 3,00 dalam rentang penliaian 0,00-4,00 atau  setera  untuk yang akan mendafatar program S3. oh iya jika kamu lulusan dari Perguruan tinggi luar negeri maka haru ijazahmu  harus disetarakan oleh Kemendikbud.

  • Berlatarbelakang pendidikan sebidang untuk program studi tertentu dan bagi yang akan mengikuti pendidikan program doktor jalur penelitian (doctor by research); 

  • dan syarat mutlak tentunya harus lulus tes seleksi masuk yang diselenggarakan oleh SPs. 
2. Persyaratan Administratif meliputi 
  • Mengisi formulir pendaftaran 
  • Mengunggah dokumen berupa softfile pada laman pendaftaran (dalam format .pdf) berupa:
    1) Fotokopi ijazah dan transkrip pendidikan terakhir  yang telah dilegalisir;
    2) Pernyataan penugasan/izin atasan tempat bekerja bagi yang sudah bekerja;
    3) Rencana penelitian yang akan dilakukan (hanya untuk S3);
    4) Pas foto berwarna 2 (dua) buah ukuran 4 x 6;
Pada bagian unggahan pada laman pendafataran juga dimintai untuk upload surat rekomendasi dan juga sertifikat bahasa asing dengan standar tertentu sesuai dengan jurusan yang dituju. Namun pada waktu pendaftar aku sendiri tidak melengkapi kedua dokumen tersebut karena ketika itu sedang pandemi dan untuk serfikat TOEFL memang belum ada. Dokumen Toefl atau yang setara juga tidak wajib diserahkan ketika pendaftaran melainkan merupan syarat ketika hendak melakukan Seminar proposal tesis atau disertasi. oh iya dari info yang kudapat juga jika kita lulus dengan skor tertentu (sesuai jurusan) pada saat tes bahasa Inggris ketika seleksi masuk maka kita tidak perlu lagi menyerahkan sertifikat.

Materi Tes Seleksi 
Tes Seleksi masuk meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Bahasa Inggris (TBI), Wawancara dan materi khusus(hanya bagi jurusan tertentu).
  1. Tes Potensi Akademik (TPA)
    Tes Potensi Akademi atau TPA akan dilakukan selama 120 menit untuk 120 soal. Soal TPA meliputi tes kemampuan numerik, verbal, dan logika. Untuk verbalnya sendiri menurut pengalamanku kebanyak tentang pribahasa, tidak ada soal-soal seperti sinonim antonim pada ujian TPA biasanya (soal mungkin saja berubah).
  2. Tes Bahasa Inggris (TBI)
    Tesb Bahasa Inggris berlangsung selama 90 menit untuk 60 soal. Soal kebanyakan merupakan soal reading dengan bacaan seabrak :D. 
  3. Wawancara Wawancara untuk Program Magister (S2) Wawancara untuk Program Magister (S2) dilakukan khusus Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Jepang, Pendidikan Bahasa Perancis, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Seni. 
Pada kondisiku tes dilakukan via aplikasi yang akan diberikan ketika akan dilaksanakan tes. Sebelum itu juga akan dilaksanakan beberapa kali uji coba. Untuk pengawasan akan dilakukan via aplikasi zoom, peserta tes akan dibagi dalam breakroom dengan masing-masing room berisi 10-20 peserta ujian dengan satu pengawas. 

Karena dilakukan secara daring ada beberapa peraturan tambahan seperti hal-hal yang berhubungan dengan teknis perangkat dan lain-lain. Karena dalam kondisi daring dapat terjadi beberapa kemungkinan peserta seleksi mempunyai kesempatan untuk melakukan ujian susulan.

Pengumuman Seleksi

Setelah melakukan seleksi, waktu yang paling mendebarkan adalah ketika menunggu hasil pengumuman. Karena dalam masa penyusuain pengumuman pun sempat ditunda. Pengumuman ditayangkan melalui aplikasi pendafataran dari situ kita bisa mendownload LOA dan informasi langkah selanjutnya. 

Akhirnya setelah pengumuan langkah selanjutnya adalah membayar UKT dan kuliah, tentunya kuliah secara daring :( hingga saat ini memasuki semester dua :(. 

Jika suau saat tulisan ini ditemukan oleh kamu yang akan mengikuti tes, semoga bermanfaat jika hal-hal yang mungkin bisa ditanyakan silahkan saja :D. 


Related Posts

3 komentar

  1. Wah, mbak Rani berarti sekarang lagi libur tengah semester yaa? Semangat untuk semester berikutnya mbaak. Meski kemungkinan besar pembelajaran masih dilaksanakan secara daring, semoga mbak selalu diberikan kesehatan fisik dan juga mental dalam menjalani proses perkuliahan yaa🤧

    By the way, kita satu almamater ternyataa! Hahaha, harusnya aku lulus tahun kemarin sih, tapinya. Sekarang jadi mahasiswa kolot, wk. Semoga one day bisa lanjut Magister juga seperti mbak Rani, Aamiin.

    Semangat mbakk Spsnya!💪🏻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terimakasih mbak😬

      Semangatt juga, semoga mbak juga diberikan kekuatan dan kemudahan untuk menjalani tahap akhir perkuliahannya 🔥

      Hapus
  2. Jujur dari dulu sampai sekarang saya sangat minat untuk lanjut S2 di UPI, pengalaman yang menarik dan menjadi gambaran bagi saya nanti yang semoga sem ini sudah wisuda (aamiin).
    Banyak hal yang ingin saya tanyakan dengan mbak hehe, kalo boleh tau mbak ambil jurusan apa di UPI? Misal saya S1 ambil jurusan Bimbingan Konseling apakah bisa saya untuk S2nya ambil jurusan lain (Pendidikan Khusus di UPI).

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca, bagaimana menurut mu ?

Subscribe Our Newsletter