Translate

Jangan Khawatir Dengan Hasil

Jangan khawatir degan hasil

Ketika menjalani sebuah proses untuk meraih sesuatu katakanlah sebuah impian, kerap kali, bahkan terlalu sering kita (dalam konteks ini yang paling utama adalah diriku sendiri) terlalu khawatir tentang hasil. Padahal dibandingkan dengan hasil ada yang jauh lebih penting dan harus segara diraih disamping itu. Ia adalah proses, yaitu jalan untuk sampai pada hasil. Oleh karena itu jangan khawatir dengan hasil.

Mari kita uraikan kenapa kita harus memaksakan diri untuk tidak khawatir dengan hasil, karena jika terlalu memikirkan hasil maka tidak menutup kemungkinan kita akan mengalami hal ini:

  1. Lebih dekat dengan kegagalan
    Ketika kita terlalu khawatir dengan hasil, fokus kita hanya akan tertuju padanya. Padahal dalam perjalanannya ada banyak kerikil, lubang, tanjakan turunan dan segala bentuk rintangan lainya yang menanti.

    Hal ini bisa kita umpama kan ketika seseorang akan menyebrang jalan. Ketika kita berada pada sebuah tempat penyebrangan jalan dan sisi lain dari tempat kita berdiri adalah hasil yang ingin kita tuju. Ketika kita fokus dengan hasil kita tentu akan gelap mata dan terburu-buru untuk sampai keseberang jalan tersebut tanpa meluangkan waktu untuk menoleh kiri-kanan untuk sekedar meyakinkan diri bahwa jalanan yang akan kita lalui aman. Karena sikap tersebut maka peluang kita untuk terjatuh atau mengalami kecelakan dalam perjalanan akan lebih besar, 

    Maka untuk meminimalisir kegagalan dalam sebuah proses meraih tujuan kita harus memaksakan mindset kita untuk fokus kepada prosesnya bukan hanya sekedar hasil. Dalam perumpamaan sebelumnya caranya adalah dengan memperhatikan jalan yang akan kita lalui, memastikanya aman untuk setelah cukup barulah kita bisa berjalan dengan aman dan bisa sampai tujuan.

  2. Terjebak pada jalan yang salah
    Terlalu khawatir dengan hasil akan mendekatkan dengan jebakan proses yang salah. Ketika hendak mencapai sebuah tujuan akan ada banyak jalan yang membentang. jalan-jalan ini menawarkan berbagai variasi rute.

    Jika kita hanya berfokus dengan hasil atau tujuan yang hendak dicapai maka otomatis rute yang akan dipilih adalah yang paling pendek dan mudah. Padahal bisa saja jalan tersebut dibuat dengan merampas lahan orang lain atau dibuat dengan berbagai pelanggaran. Namun karena terlalu fokus dengan hasil yang membuat silau diujung jalan, kita cendrung untuk memilih acuh terhadap berbagai hal yang melanggar atau keburukan dibalik jalan tersebut.

    Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang baik maka sewajarnya jalan yang kita lalui haruslah baik. Jalan tersebut mungkin akan panjang dan berliku namun dengan begitu hasil yang akan kita peroleh juga akan semakin baik dan melimpah.

  3. Hasil yang diperoleh lebih sedikit
    Sebuah hasil seharusnya merupakan kompilasi dari perjalanan yang dilakukan. Hasil yang menjadi tujuan di ujung perjalanan tersebut merupakan bonus yang akan diperoleh setelah melalui perjalanan, sehingga dari sebuah perjalanan itu akan banyak hal yang dapat diperoleh.

    Namun jika terlalu dengan hasil yang menunggu di akhir perjalanan maka akan banyak hal-hal yang terlewatkan dan yang akan kita dapatkan hanya hasil tersebut. Ibaratkan perjalanan itu adalah ketika kita menjalani pendidikan (sekolah), jika kita hanya fokus dan khawatir dengan hasil maka proses dan keseruan selama bersekolah akan terlewatkan begitu saja, padahal di dalamnya terdapat banyak hikmah dan hasil yang sejati.
Oleh karena itu kita tidak perlu khawatir dengan apa yang menunggu kita di ujung sebuah perjalanan. Cukup nikmati saja jalur-jalur yang kita lalui saat ini, berusaha dengan sebaik mungkin sehingga ketika sampai di akhir perjalanan ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan makan setidaknya hasil kompilasi perjalanan tersebut sudah lebih dari cukup untuk menggantikannya yang seyogyanya hanya merupakan bonus.

Lagi pula dalam kehidupan di dunia ini tidak ada hasil akhir , karena hasil adalah sebuah awalan baru untuk perjalanan lain hingga Tuhan berkata cukup. Sehingga beruntunglah kita bahwa pahala yang kita dapatkan tidak dinilai dari hasil melainkan proses. Jadi jangan khawatir dengan hasil.

##
tulisan ini hanya sekedar apa yang terlintas dalam pikiran, jadi kalau kamu rasa berbeda atau tidak sesuai ya maklum saja. Kita  berbeda karena kita manusia ^^

Share:

Lebaran Ditengah Pandemi: Berbeda Namun Dengan Syukur Yang Sama

Lebaran di tengah pandemi
Lebaran Ditengah Pandemi: Berbeda Namun Dengan Syukur Yang Sama- Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak kasus pertama kali ditemukan di Kota Wuhan Cina diakhir tahun 2019, masih terus berlanjut. Indonesia merupakan salah satu Negara dengan kasus yang masih sangat tinggi saat ini, setidaknya lebih dari seribu kasus baru ditemukan setiap harinya. Hal ini membuat berbagai aktivitas menjadi terhambat salah satunya adalah kegiatan keagmaan. Termasuk dalam beberapa hari kedepan kita akan merayakan hari Raya Idul Adha.

Dalam kondisi saat ini Kita harus merayakan Lebaran ditengah pandemi dengan berbagai protokol dan kebiasaan baru.  Akan tetapi pandemi ini tidak seharusnya membuat kita lupa akan syukur karena disadari atau tanpa disadari berbagai kondisi terjadi saat ini mengandung segudang hikmah yang harus kita syukuri.

Pertama, lebaran di tengah pandemi mengajarkan kita untuk lebih berhemat dan meninjau kembali kebiasaan lama yang mungkin dalam kondisi normal jarang terpikirkan contohnya adalah kebiasaan memakai baju baru. Pada masa normal memakai baju baru saat lebaran adalah suatu yang tidak bisa dipertimbangkan ulang karena sepertinya adalah sebuah keharusan. Namun dengan adanya pandemi saat ini membeli baju baru adalah hal yang sangat mubazir, karena toh dengan kondisi seperti ini yang lebih utama adalah tetap dirumah saja.

Kedua, lebih memaknai sebuah pertemuan. Pada saat keadaan normal pertemuan kita dengan kerabat dan teman-teman lebih disibukan untuk mengatur berbagai fose dengan alasan untuk mengabadikan momen bahkan tidak jarang pertemuan tersebut berlalu begitu saja karena orang dalam pertemuan tersbut sibuk dengan gawai masing-masing untuk mengabari orang diluar sana bahwa ia sedang berada pada pertemuan tersebut (read: buat snap dll), sehingga sering kali kualitas pemaknaan hari tersebut sangat rendah atau bisa jadi berlalu tanpa makna. Tetapi ditengah pandemi seperti sekarang kita lebih memiliki waktu untuk meresapi hikmah dan makna tentang keberadaan hari tersebut bahkan mungkin mulai menyadari bahwa pentingnya untuk menikmati sebuah pertemuan.

Selanjutnya kondisi lebaran ditengah pandemi menjadikan kita lebih mendekatkan kita dengan orang disekeliling kita. Dalam keadaan normal kita cendrung merencanakan untuk bersilahturahmi dengan keluarga jauh atau teman yang jarang bertemu. Namun dengan kondisi saat ini kita bisa lebih fokus untuk menghabiskan waktu lebaran dengan orang-orang disekeliling kita terutama keluarga inti.

Berikutnya dengan adanya pandemi seperti saat ini kita lebih punya waktu dan bisa meningkatkan kesadaran untuk mensyukuri hal-hal yang selama ini mungkin luput dari rasa kesyukuran karena sudah terbisa dengan hal tersebut. Salah satunya yaitu menyadari bahwa keberadan teknologi adalah hal yang harus sangat kita syukuri. Dalam kondisi pandemi seperti saat ini perannya begitu besar untuk membantu berbagai aktivitas tetap berjalanan salah satunya untuk kepentingan bersilahturahmi saat lebaran.

Ada begitu banyak hal yang sangat berharga di dekat namun tidak terlihat dan tidak bisa kita nikmati saat dijalaninya dikondisi normal.Termasuk hal-hal yang jarang disadari oleh kita ketika menjalani lebaran dimasa normal. Namun semua hal itu bisa terlihat dengan jelas pada masa pandemi ini. Hal ini juga merupakan hal yang harus kita syukri dari perbedaan keaadan harus kita jalani saat ini.

Lebaran Idul Adha kali ini memang akan terasa sangat berbeda, namun terlepas dari itu rasa syukur kita harus tetap sama bahwa semestinya ditingkatkan.

Tulisan ini hanya sekedar refleksi pribadi saja mungkin orang diluar sana bisa lebih banyak menemukan hal-hal yang selama ini terlewat tanpa pernah disadari.

Share:

Review Buku: Nebula Karya Tere Liye

Review Buku Nebula Karya Tere Liye- Seharusnya review buku Nebula ini ditulis bersamaan dengan review Buku Selena yang kutulis beberapa minggu yang lalu. Namun karena sifat manusiwai yang bernama mager menerpaku maka jadilah review ini ditulis dipisah.

Review Buku: Nebula Karya Tere Liye
Identitas Buku

Judul: NEBULA
Genre: Science Fiction, Romance
Penulis: Tere Liye
Co-Author: Diena Yashinta
 Waktu Terbit: Maret 2020
Jumlah Halaman : 376 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Buku yang berjudul Nebula ini adalah buku ke sembilan dari serial petualang dunia pararel. Novel ini adalah kelanjutan dari buku Selena yang mengisahkan tentang kehidupan Selana, Mata dan Tazk di kademi Bayangan Tingkat Tinggi/ ABTT. Jika di Buku Selena mengisahkan tentang perjalanan mereka di tahun pertama maka buku ini menceritakan kelanjutan tentang tahun-tahun berikutnya dan sesuai judulnya buku ini juga mengisahkan tentang perjalanan ketiga sahabat ini di Klan Nebula,

Baca juga
Petualangan pada buku ini dimulai ketika sekembalinya Selana, Mata dan Tazk dari liburan smester. Ketika itu Mata menginap di Kota Tisri bersama Selana karena salah satu sepupu Selena menikah. Saat mereka hendak kembali memulai smester baru mereka bertemu Tazk di Stasiun Kota Tisri mereka sama-sama terlambat dan memutuskan untuk mencuri salah satu gerbong kereta. Mereka kembali menghebohkan aula saat penyambutan mahasiswa baru di Aula ABTT karena kedatangan mereka dan kejadian tersebut membuat Mater OX marah dengan ciri khasnya yaitu meneriakkan "dasar bulan sabit gompal".

Selanjutnya berbagai kejadian lucu juga mewarnai petualangan mereka. Hal ini tidak lain karena tingkah para tokoh terutama Selena yang kerap nyeleneh dan suka melanggar aturan. Tahun-tahun di ABTT berjalan dengan cepat mereka disibukan dengan kegiatan belajar dan berlatih kekuatan mereka. Selama waktu yang terus berjalanan tersebut juga Selana sering berinteraksi dengan Tazk. Perasaan Selena suka Selena terhadap Tazk semakin besar walaupun beberapa kali Boh (Salah satu teman satu angkatan mereka) mengatakan bahwa Tazk menyukai orang lain buku Selena.

Dalam masa-masa itu juga Selana diam-diam mencari tahu tentang keberadaan cawan keabadian atas perintah Tamus, kemudian ia dibantu Tazk karena tertarik tentang perjalanan antar dunia Paralel. Setelah kematian kakeknya menemukan fakta tentang kejahatan yang pernah dilakukan kakeknya, di kemudia hari mereka tau bahwa cawan tersebut terdapat di Klan Nebula.

Mereka merencanakan untuk menyelinap ke Klan Nebula ketika mereka sedang menjalani program semacam KKN di Distrik Sungai Jauh. Pada buku ini diceritakan fakta tentang Mata adalah keturunan murni semakin terlihat bahkan untuk dapat sampai ke Klan Nebula Mata merupakan orang yang membuka pintu Klan tersebut.

Dalam petualangan mereka di Klan Nebula mereka mengetahui tentang cerita perjalanan Klan Aldebaran yang merupakan asal-asul orang-orang yang memiliki kekuatan yang tersebar diberbagai Klan yang di ketahui sebelumnya.

Selana, Mata dan Tazk berhasil menemukan cawan keabadian di Klan Nebula, namun cawan tersebut tidka bisa diambil karena jika cawan tersebut diambil akan ada sesuatu yang terjadi dan hal tersebut dapat membahayakan Klan Nebula dan bahkan seluruh Dunia Paralel. Namun karena suatu peristiwa pengakuan Tazk tentang perasaannya kepada Selena dan Mata membuat Selena gelap mata dan nekat untuk mencuri cawan tersebut. Karena perbuatannya tersbut Mata harus rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan mereka semua dari marabahaya yang mengancam termasuk dari Tamus yang turut menyusul mereka ke Klan Nebula.

Dari buku ini terdapat peristiwa yang sangat banyak ditunggu pembaca yang sudah membaca cerita petualangan dunia paralel sejak awal, yaitu terjawabnya tentang siapa orang tua kandung Raib. Namun teka-teki tersebut masih belum terjawab secara utuh karena keberadaan Ayah Raib masih menjadi misteri.

Buku ini diakhiri dengan kebingugan Raib, Ali dan Seli setelah mendengarkan kisah dari Selena tentang petualanganya, karena ketika itu Selena terlihat seperti sedang ditawan. Ketiga sahabat ini sepertinya akan memulai petualang baru di Buku selanjutnya untuk menemukan keberadaan Miss Selena.

Quote favoritku pada buku ini datang dari perkataan Bibi Gill yang merupakan dosen Selena di Mata Kuliah Malam dan Misterinya. Kalimat ini ditujukan untuk memberikan Nasehat kepada Selena tentang apa saja yang mungkin terjadi ketika ia berada diluar saja, berikut bunyinya:
Dunia ini terkadang tidak terlihat hitam putih seperti yang kita inginkan. Dan dalam ambisi kekuatan, intrik, pertempuran, kita bisa saja tertipu oleh warna asli sesuatu. Bahkan warna diri sendiri pun bisa menipu. Gelap mata. Gelap hati. (halama 167).
Dari buku ini pelajaran yang didapat juga tidak kalah banyak dari buku-buku sebelumnya, salah satunya adalah berkenaan dengan sikap selena dimasa depan, ketika ia mengubah penyesalan atas perbuatannya yang dilakukan di klan Nebula dengan berbuat baik yaitu mengumpulkan, melatih dan menjaga Raib, ali dan Seli.

Proses kehidupan Selana di ABTT juga mengajar banyak hal, tentang pentingnya belajar secara serius dan berusaha mendapatkan yang terbaik dari proses belajar tersebut. Kemudian tentang pentingnya membaca bahkan sampai kepada pelajaran tentang bagaimana sikap ketika sedang jatuh cinta seperti yang ditunjukan oleh tokoh-tokoh dalam cerita ini, meskipun hal tersebut bukan merupan sorotan utama namun rasanya pembaca pasi dapat menemukan moral tersebut dalam buku in.

Tulisan Review Buku Nebula Karya Tere Liye ini hanyalah beberaa hal yang bisa kutemukan dari buku ini. Pembaca lain mungkin saja menemukan hal yang berbeda atau menemukan lebih banyak hal lainnya. Selamat menemukan sendiri ^^






Share:

Lupa Hari dan Korelasinya Dengan Pandemi

Lupa Hari dan Korelasinya Dengan Pandemi

Pernahkah kita menemui dimana orang atau bahkan kita sendiri bertanya pada diri sendiri "hari ini hari apa ya ?" atau "hari ini tanggal berapa ?" atau terkejut ketika menemui fakta bahwa dihari tersebut kita telah melewatkan suatu kegiatan karena lupa. Dimasa Pandemi ini pertanyaan semacam ini rasanya terlampau sering muncul dikepala bahkan mungkin orang disekeliling kita sampai bosan menjawab pertanyaan semacam ini. Lantas apakah benar terdapat korelasi antara pandemi dan lupa hari ? 


Sebenarnya kejadian lupa hari semacam ini bisa terjadi kapanpun dan kepada siapapun, menurut sebuah postingan Huffington Post, yang memuat Pendapat Sherry Benton, seorang Psikolog dan Professor Emeritu University Of Florida bahwa kejadian lupa hari akan semakin sering menimpa kita ketika terjadi perubahan besar yang terjadi pada sebuah rutinitas seseorang, dan perubahan tersebut banyak terjadi dimasa pandemi ini. 

Termasuk dalam kasus pribadiku saat ini, dimana aku terkejut ketika menemui fakta bahwa hari ini adalah hari Rabu dan aku telah melewatkan sesuatu. Merunut kejadian lupa hari yang terjadi pada diriku sendiri saat ini dan mungkin orang lain di luar sana, kemungkin pernyabab terjadinya perstiwa ini adalah beberapa hal berikut.

  1. Adanya Perubahan Pada Pola Rutinitas  
    Dalam hal ini terjadi sejak Pandemi Virus Corona merebak, kebijakan mayoritas yang diambil negara-negara terdampak adalah dengan melakukan lockdown atau karantina wilayah. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdampak, Pemerintah Indonesia menyebut kebijakannya dengan istilah PSSB (Pembatasan Sosial Skala Besar).

    Kondisi ini menyebabkan kegiatan-kegiatan dibatasi dan dialihkan via dari daring dari rumah masing-masing, sehingga terjadi perubahan pola dari orang-orang terdampak. Biasanya mungkin dalam kondisi normal kita terus mengingat hari karena menghitung hari menuju wekend dan membuat planing untuk waktu tersebut. Namun saat masa karintana semua hari terlihat sama dan terjadi perubahan pada rutinitas sehari-hari. Perubahan tersebutlah yang menyebabkan terjadinya peristiwa lupa hari terjadi.

  2. Tidak Adanya Batasan Waktu Dalam Melakukan Pekerjaaan
    Sekat-sekat waktu yang menjadi penanda perpindahan kegiatan yang satu dengan yang lain ketika waktu normal saat pandemi ini menjadi hilang. Kita berkegiatan dalam waktu yang lebih fleksibel, bisa jadi tengah malam atau kapanpun kita sedang moodnya tidak harus dalam jam kerja. Peristiwa hilangnya sekat-sekat waktu ini menyebabkan kita tidak melek terhadap waktu yang telah terlewati sehingga terjadilah kejadian lupa waktu.

  3. Jadwal Tidur Tidak Teratur
    Kegiatan bekerja dari rumah (WFH) atau belajar daring memberikan kita waktu yang leluasa untuk melakukan pekerjaan sehingga kita tidak jarang memilih waktu larut untuk menyelsaikanya. Kita merasa tidak perlu mengejar waktu untuk bangun pagi-paagi agar tidak telat pergi bekerja sehingga merasa enggan bangun terlalu pagi. Jam Tidur yang tidak teratur semacam ini kan menyebabkan jam biologis tubuh kita terganggu sehingga kejadian lupa hari ini mungkin saja terjadi. 

  4. Sinar Biru Dari Gawai
    Salah satu aktivitas yang sangat meningkat dalam masa pendemi ini adalah interaksi dengan gawai, baik itu untuk urusan pekerjaan atau sekedar maraton nonton drakor dan scroling Instagram artis yang lagi hangat diperbincangkan. Padahal dalam beberapa artikel dan penelitian bahwa sinar biru yang berasal dari layar gawai kita bisa menyebabkan gangguan biologis yang salah satu muranya pada terganggunya jam tidur kita.
Beberapa hal diatas adalah hal-hal yang mungkin akan sulit untuk kita hindari sejak terjadinya pandemi ini, sehingga kejadiaan lupa hari semcam ini merupakan hal yang lumrah saja terjadi. Namun ada beberapa hal bisa kita lakukan untuk mengurangi hal tersebut. Salah satunya dengan tetap disiplin dengan jadwal teratur. Hal ini bisa kita akali dengan membuat planner atau semcam to do list untuk agenda dan pekerjaan yang akan kita lakukan. Kegiatan secam ini akan membuat kita semakin mawas terhadap waktu dan membuat kita lebih produktif dan mengurangi waktu-waktu yang terbuang percuma.
______________________________________________
Share:

Kompetitif, Perlukah ?

Kompetifif Perlukah ?

Kompetitif adalah sebuah sikap yang ditunjukan seseorang yang berhubungan persaingan. Dalam sebuah proses mencapai sesuatu orang yang berjiwa kompetitif akan menganggap orang lain adalah saingannya, sehingga ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk jadi yang terbaik.

Aku sendiri harus mengkaui bahwa diriku ini adalah orang yang kompetitif. Terkadang aku merasa beruntung memiliki sikap seperti ini, karena dalam menjalani setiap target, aku selalu dipenuhi dengan rasa semangat. Karena sikap kompetitif itu membawaku pada perasaan bahwa aku dalam sebuah persaingan untuk menjadi yang terbaik daripada orang lain.

Baca Juga: (Puisi) Duhai Impian

Tetapi disatu sisi lain, sejak jengah dengan keberadaan jiwa tersebut dalam diriku, aku mulai berpikir perlukah untuk menjadi kompetitif ?

Jawaban dari akal warasku adalah iya perlu, tapi TIDAK dengan definisi seperti itu. Orientasi dan definisi kompetitif itu harus diubah sesegera mungkin.

Karena dengan definisi seperti itu terlalu banyak resiko yang justru membawa kita pada perasaan tidak tenang. Seperti yang ditulis dalam sebuah artikel pada laman FIMELA, rasa kompetitif yang seperti itu akan menyebabkan:
  1. Pelakunya selalu berusaha membandingkan dirinya dengan orang lain,
  2. Menimbulkan rasa kesal ketika melihat orang lain berhasil,
  3. Gampang menyerah dan putus asa, 
  4. Adanya keinginan untuk menjadi orang lain dan
  5. Bahkan diam-diam mendoakan kegagalan orang lain.
Sebagai orang yang memiliki sikap kompetitif tadi yang aku rasakan adalah bahwa kompetitif dengan definisi persaingan dengan orang lain akan mengakibatkan perasaan kita terlalu terfokus kepada orang lain, bukan kepada diri kita sendiri.

Maka menurutku untuk menghindari hal-hal negatif itu orientasi yang harus kita ubah adalah sikap kompetitif itu harus berfokus pada diri kita sendiri, bukan kepada orang lain

Rasa ingin bersaing itu bukan disasarkan untuk mengalahkan orang lain, tapi harus fokus untuk megalahkan hal-hal negatif dalam diri sendiri yang bisa menjadi penghambat dalam meraih tujuan kita.

Jika kita telah berhasil mengalahkan penghambat dari dalam diri kita sendiri maka otomatis ketika kita mencapai sesuatu, kita tidak akan peduli dengan hasil yang diperoleh orang lain. Karena memang tujuan kita adalah untuk menjadi yang terbaik bagi diri kita sendiri. Kita akan menjadi lebih tenang dan dapat mensyukuri dengan apa yang kita raih dan memunculkan komitemen untuk menjadi lebih baik lagi dilain waktu.

Hal ini tidak akan diperoleh jika sikap kompetitif tersebut mempunyai orinetasi untuk menjadi lebih baik daripada orang lain, kita akan selalu was-was dengan perasaan takut kalau-kalau pesaingmu dapat mengalhakanmu

Aku tau tulisan ini tidak akan dapat menghadirkan solusi, motivasi atau apapun. Aku hanya berharap suatu hari nanti, saat diriku mulai tersesat ditengah perasaan dikalahkan aku bisa menemukan kembali peta ini untuk kembali kepada kewarasan. Saat ini akupun masih berusaha sekuat tenaga untuk berjalanan kearah sini. 



Share:

Puisi: Secarik Mimpi Ibu

Puisi secarik mimpi ibu

Kutuliskan puisi tentang secarik mimpi Ibu,
Tak perlu tinta emas untuk menggambarkanya
Karena mimpinya sederhana
Sesederhana bahasa yang diucapkan angin akan datangnya hujan

Bukan tentang dirinya
Tapi ini prihal buah hati

Alurnya mudah untuk diterka
Tergambar dari senyum yang mengembang ketika buah hati tertawa
Terlihat dari tawa tulus saat ia melihat anaknya berhasil berjalan tanpa terjatuh

Diacuhkan segala segala kantuk
Demi membuat yang terkasih terlelap dalam tidurnya
Ditahanya lapar agar sikecil dapat tumbuh dengan baik
Ditepis semua penat demi sang anak meraih cita

Tak peduli kadang ia tertinggal sendiri
Ketika sang buah hati merasa telah menemui bahagia

Mimpinya sederhana 
Melihat yang tercinta selalu dilimpahi bahagia

Secarik mimpi ibu


Share:

Review Buku Selena Karya Tere Liye

Cover Buku Selena Karya Tere Liye

Aku selalu kagum dengan cara Tere Liye menghubungkan cerita antar tokoh sehingga bisa menjadi satu kesatuan cerita yang kompleks. Bayangkan Buku Selena yang akan direview ini adalah bagian dari yang mana buku pertamanya terbit pada tahun 2014 hingga saat ini total ada 9 dengan urutan sebagi berikut:

Buku Tere Liye Seri Petualangan Dunia Paralel
Seluruh Buku Seri Dunia Paralel
  1. Bumi (2014)
  2. Bulan (2015)
  3. Matahari (2016)
  4. Bintang (2017)
  5. Ceros & Batozar (2018)
  6. Komet (2018)
  7. Komet Minor (2019)
  8. Selena (2020)
  9. Nebula (2020)
Aku pribadi telah membaca semua dari buku tersebut, meskipun tidak satupun buku tersebut yang kumiliki fisiknya. Aku membacanya kebanyakan berupa e-book dari berbagai platform (Gramedia digital/ Perpustakaan Online/ Pemijaman buku online lainya), ada juga yang pinjam di Perpustakaan atau pinjam dari teman. 

Aku ingat dulu buku pertama keluar saat aku kelas X SMA, waktu itu ada seorang teman sekelasku yang sering bawa buku bacaan kesekolah. Jadilah aku langganan jadi peminjam bukunya ^^. Maklum aku sendiri kalau mau nuggu beli kayaknya keburu buku-buku yang pengen dibaca keburu hilang dari pasaran kali :D.

Balik lagi ke novel serial Dunia Paralel tadi, semua buku tersebut saling terhubung dengan gambaran keterkaitan tokoh yang detail, tidak ada tokoh yang ujuk-ujuk nangkring.

Rasanya mungkin tidak berlebihan kalau bilang: "misal di Luar Negeri punya J.K. Rowling dengan petualangan Harry Potter dan teman-temanya di dunia per-sihiran-nya mungkin petualangan Raib dan teman-temanya dengan dunia paralel karya  Tere Liye adalah versi yang lahir di Indonesianya".  Mungkin kalau ada rumah produksi yang bikin filmnya akan tambah keren.

Review Buku Selena Karya Tere Liye
Cover Buku Dari APlikasi Gramedia DIgital
Penampakan HP Retak, Cover Buku Selena

Identitas Buku

Judul : SELENA
Genre : Science Fiction, Romance
Penulis : Tere Liye
Co-Author : Diena Yashinta
Tahun Terbit : 16 Maret 2020
Jumlah Halaman : 372 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Pada buku kedelapan ini banyak tokoh-tokoh baru yang hadir dan memiliki cerita yang berbeda dari tujuh buku sebelumnya. Pada buku ini Raib, Ali dan Seli yang pemandu jalannya cerita alias tokoh utama pada buku-buku sebelumnya hanya muncul sedikit pada bagian akhir buku ini.

Buku ini menceritakan petualangan Miss Keriting alias Selena (sesuai judulnya) di Akademi Bayangan Tingkat Tinggi/ ABTT. Selena adalah guru Matematika di sekolah Raib, Ali dan Seli di Bumi yang juga merupakan orang yang mengumpulkan mereka dalam petualangan Dunia Paralel.

Novel-novel sebelumnya pada beberapa part memang sudah memberikan beberapa bocaran tentang Selana yang sebelum menjadi pengintai hebat seperti yang ditemui Raib dan kawan-kawan merupakan anak buah dari Tamus (Tokoh yang berambisi membangkitkan tanpa mahkota untuk mendapatkan kekuasaan).

Selana ketika itu adalah seorang remaja berasal dari Distrik Sabit Cerita Enam memulai petualanganya ketika Ibunya meninggal dunia dan ia harus menemui Pamannya di kota Tisri (Ibu Kota di Klan Bulan). Setelah tinggal di Kota Tisri dan dipekerjakan oleh pamannya di tempat kontruksi kereta bawah tanah ia memulai mimpinya untuk masuk ABTT,

Kemudian di ABTT ia bertemu dengan kedua sahabatnya yaitu Mata dan Tazk. kemuadian ada fakta unik bahwa Tazk adalah mantan personel boy band  terkenal di kota Tisri dan merupakan cucu mantan Panglima Bayangan (Pasukan Khusus di Klan Bulan) Sedangkan Mata yang berasal dari Distrik Sungai Jauh adalah seorang keturunan murni yang memiliki garis keturunan langka atau disebut dengan Putri Bulan. Mereka bertiga kemudian berpetualang mengarungi kehidupan tingkat awal di ABTT bersama-sama. 

Pada buku Selana ini juga digambarkan sisi lain dari Klan Bulan. Jika pada buku sebelumnya-sebelumnya kita hanya tau bahwa klan Bulan adalah Klan yang maju di Kota Tisri. Buku ini menggambarkan sisi lain dari Klan Bulan yang masih memiliki tempat terbelakang dan kehidupan masyarakat yang miskin di Distrik dimana Selana menghabiskan masa kecilnya. Juga tentang pekerjaan yang tergolong kasar di Kota Tisri yaitu pekerjaan paman Raf,

Novel Selana juga banyak menghadirkan lawakan-lawakan receh yang cukup bikin senyum-senyum sendiri. Pada umumnya humor yang dihadirkan berupa pelesetan-pelesatan dai kehidupan nyata yang sangat kentara, misalnya nama 2 klub bola terbang yang ditonton oleh Selena dan sepupunya (anak Pama Raf) mempunyai nama PAR-SIB dan PAR-SIJASelain itu ada juga mata kuliah yang diambil oleh Selena di ABTT merupakan adaptasi dari mata kuliah seperti kebanyakan kita hanya saja namanya agak "berbeda" misalnya mata kuliah kesukaan Selana Bilangan Struktur, Ruan dan Perubahan, ada juga mata kuliah Sejarah dan Catatan Lama (bisa ditebak dong ini sama kayak apa kalau dikita :D).

Kelucuan itu juga ditambah dengan bumbu-bumbu dari ringkah para tokoh, misalnya pemimpin ABTT Master OX yang setiap kali marah selau berteriak "Dasar Bulan Sabit Gompal" .

Selain lawakan, dari Novel Selena ini juga begitu banyak moral yang dapat diraih diantaranya tentang betapa pentingnya dunia pendidikan dan lebih lagi tentang persahabatan.

Ada banyak kutipan favoritku yang berasal dari buku ini contohnya berasal dari kelas Sejarah dan Catatan Lama dimana Stor (Pengampu kelas ini) berkata 
Sejarah dan Catatan Lama adalah pelajaran sangat penting. Masa depan dipahat lewat masa lalu, hari ini adalah cerminan hari-hari kemarin. Kita bisa belajar banyak hal dengan membaca catatan-catatan lama. Misteri. Pengetahuan. Peradaban. Banyak sekali penjelasan yang bisa diberikan oleh sejarah. Mata kita mungkin saja abai, tidak melihatnya, tetapi sejarah bisa menjadi petunjuk terbaik (halaman 113). 
Kutipan halamn 113 tentang Sejarah
Halaman 113 Novel Selena
 
Sebagai orang yang juga berkecimpung dengan sejarah dan pendidikan, aku bersyukur dengan adanya kata-kata tersebut, berharap pembaca lain juga turut terdistrek dengan kata-kata tersebut agar kesadaran terhadap sejarah dan memori kolektif kita bertambah. 

Satu lagi Quote Favoriteku yaitu datang dari Jem Ibunya Selena yang diingat oleh Selana ketika ia melihat anak-anak seumurnya berangkat sekolah sedangkan ia harus bekerja di lorong bawah tanah bersama Aq dan lainnya (pegawai konstruksi, anak buah pamanya Selana).
Selena, sebenarnya hidup ini hanya soal sudut pandang. Digeser sedikit saja cara kita memandangnya, kita bisa mengubah sesuatu yang menyebalkan menjadi sesuatu yang berbeda"(halaman 45-46).
Kemudian dari situ Selena mulai menerima kondisinya dan menyadari ada banyak yang bisa dipelajari dari pekerjaanya, mulai dari mengendalikan mesin-mesin konstruksi hingga mempelajari hitungan tentang keadaan tanah. Meskipun di sana ia harus menerima sering menjadi bahan tertawaan para pekerja laki-laki teman-teman Aq.

Buku ini berakhir ketika tahun pertama mereka di ABTT juga berakhir, dimana Selena dan Tazk diumumkan sebagai mahasiswa terbaik yang mendapatkan nilai 4.00 pada jamuan makan dengan para orang tua mereka setelah persaingan dan tekad Selena untuk dapat mengalahkan nilai Tazk pada smseter sebelumnya.

Selanjutnya cerita bersambung ke Buku yang berjudul Nebula.
Tadinya aku ingin membahas keduanya pada postingan ini, bahkan judul tpada draf blog ini adalah "(Review Buku) Selena dan Nebula" tapi karena sungguh mager itu manusiawi jadi lain kali saja (sok sok ada yang baca :D)

Terimakasih telah membaca atau scrol-scrol juga tak apa, berharap kamu menemukan apa yang kutemukan dari buku ini dan ter-distrek untuk membaca juga^^













Share:

Keracunan Membaca Buku Elektronik (E-book)

Tidak bisa dipungkiri akan banyak orang yang setuju dengan pernyataan "membaca buku cetak/fisik lebih menghadirkan feel dibandingkan membaca buku secara digital atau buku elektronik". Aku juga mungkin salah satu yang sangat setuju dengan pernyataan tersebut, tetapi sejak beberapa tahun kebelakang aku mulai keracunan membaca buku dalam bentukan digital atau dikenal dengan e-book. Proses pembisaan ku dengan buku digital dalam kurun waktu setahun terakhir menjadi lebih intensif ketika sedang proses pengerjaan skrispsi yang selalu berhadapan dengan jurnal-jurnal dan buku yang 90% dalam bentuk digital.


Keracunan Membaca Buku Elektronik (E-book)

Jika diberi pilihan antara membaca buku fisik atau buku digital maka jawabanku saat ini adalah lebih cendrung untuk memilih membaca buku secara digital. Pilihanku ini dilatarbelakangi oleh banyak faktor diantaranya:
  1. Membaca E-book Lebih Fleksibel
    Dengan e-book kita bisa membaca buku dimana pun dan kapan pun, karena e-book dapat dibaca melalui handphone yang keberadaannya saat ini sangat lengket dengan kita.

  2. E-book Mudah Dibawa
    Kita tidak perlu selalu menenteng buku dan harus menambah ruang ekstra ketika akan berpergiaan atau liburan karena banyak wishlist buku yang ingin dibaca.

  3. Anti Rusak
    E-book tidak memiliki bentuk fisik, kita tidak perlu takut lagi jika buku tersebut akan tertekuk, kotor, ataupun sobek , kecuali jika gawaimu terserang virus (itu beda lagi cerita hehe).

  4. Mudah Ditandai
    Rata-rata aplikasi penyedia buku online sudah memiliki fitur bookmark untuk memudahkan pembaca dalam menandai batas bacaannya. Selain itu bahkan pada beberapa aplikasi menyediakan fitur bagi pembaca untuk mendai bagian yang dianggap penting atau berkesan dengan memberinya tanda seperti di stabilo.

  5. Ramah Lingkungan
    Dengan membaca buku digital mungkin kita telah membantu mengehemat beberapa pohon yang tidak jadi ditebang.

  6. Lebih Murah
    Mungkin ini adalah alasan utama yang paling terlihat kenapa aku keracunan membaca buku secara digital. 

  7. Banyak Pilihan
    Saat ini ada banyak penyedia layanan e-book reader mulai dari yang berbayar hingga yang berbasis perpustakaan online yang menyiadakan buku untuk dipinjam secara gratis. 
                                                    Aplikasi E-book di HP

Saat ini ada tiga aplikasi yang sering aku gunakan untuk membaca buku. Pertama yaitu aplikasi iPusnas, melalui aplikasi ini kita dapat meminjam buku secara gratis setalah mendaftarkan diri menjadi anggota dan mendapatkan nomer anggota. Aplikasi Kedua adalah melaui Play Buku, pada aplikasi ini kita bisa membeli E-book berbagai genre secar resmi dengan harga yang lebih murah dibandingkan membeli buku versi cetaknya.Ketiga adalah aplikasi Gramedia  Digital, di aplikasi ini kita bisa membeli atau berlangganan untuk mendapatkan e-book. Paket berlangganan yang disedikan oleh Gramedia Digital ada berbagai macam mulai dari berlanganan salah satu genre bukunya saja hingga full premium packge . Satu akun gramedia digital bisa dipakai untuk 5 device, jadi bisa untuk satu keluarga atau patungan bersama tema (tetap mau hemat ya^^).


Sekali lagi alasan-alasan diatas adalah pendapat pribadi, apapun pilihannya yang penting tetap baca buku :D. 






Share:
Night Mode