Pengalaman Writer's Block ? dan Cara Mengatasinya

Pengalaman Writer's Block ? dan Cara Mengatasinya

Writer's block katanya adalah sebuah kondisi yang lumrah menghampiri seorang penulis. Pada fase ini penulis mengalami kebuntuan atau fase dimana proses kreatifnya dirasa sangat lamban. Sebenarnya secara pribadi rasanya aku masih tidak pantas untuk meminjam istilah ini.

Ada setidaknya dua alasan kenapa rasanya tidak pantas. Pertama aku tidak yakin apakah dalam hal ini seorang seperti diriku bisa disebut writer alias penulis😅. Kedua karena sumber kebuntuan ini bukanlan berasal dari semacam kehabisan ide atau kebuntuan yang lainnya.

Penyebab utama writer's block ecek-ecek yang sering kualami adalah berasal dari satu jenis perasaan yang sudah sangat lama mengalir dalam darah dan menyatu dengan dalam diriku, berkembang bersama lemak-lemak yang akhir-akhir ini turut bersengkongkol untuk  kian menumpuk membuatnya semakin sulit keluar melalui sistem metobolisme. 

Mungkin teman-teman sudah bisa menebak apa nama perasaan yang dari tadi itu disebut, yupp dia adalah MALAS. Kalau bicara ide kayaknya mah banyak banget (sok ide gitu emang anaknya) yang mau ditulis. Cuman sayangnya si malas mengalahkan semuanya, ia seakan awan hitam yang menutupi bintang-bintang di langit sehingga mata kita tidak bisa memandangnya, lalu mata-mata yang ingin memandangnya memutuskan untuk tidur dan membawanya ke alam mimpi. Gitu juga nasib ide yang ditutupi malas ini, stuck di dalam kepala terus lama-lama terlupa and then bye bye. Jadilah berakhir dengan kondisi sudah malas kehilangan ide pula lalu macak-macak dinamai writer's block

Kalau sudah begitu maka bisanya kalau sadar (kalau gak sadar ya leye-leye terus aja sampai puas) sedang berada dikondisi tersebut ada beberapa hal yang kulakukan untuk memimalisir dan sedikit-sedikit keluar dari writer's block ala-ala ini. 

  1. Pertama memaksakan diri untuk setidaknya berada didepan layar ketik minimal untuk melihat mouse di bekedip, syukur-syukur kalau tiba-tiba ide yang sudah bececeran berlari entah kemana itu mucul lagi dan menggoda jari bergerak menari di atas keyboard. Cara ini kadang-kadang berhasil dan melahirkan tulisan, walaupun pas dibaca ulang diri sendiri aja gak ngerti apa yang sudah ditulis. Tapi ya udahlah penting usaha.

  2. Cara kedua yaitu dengan mencari inspirasi dengan scrolling medsos dan menjelajahi dunia maya. Seperti yang sebelumnya pernah kujelaskan aku ini orangnya kompetitif jadi agak mudah termotivasi kalau liat orang lain sukses. Cara ini lumayan efektif untuk membuat si malas untuk tidur sejenak. Walaupun gak bertahan lama, namanya juga sudah mendarah-daging.

  3. Selanjutnya cara lain yang juga kadang kulakukan untuk mengatasi kebutuan dalam menulis adalah dengan cara mengikuti lomba. Setidaknya dengan mengikuti lomba aku kita punya pacuan untuk menghasilkan sebuah tulisan. Cara ini lumayan efektif dan beruntungnya aku agak muka tembok karena sejujurnya dari sekian banyak lomba yang diikuti seingatku jarang bahkan nyaris tidak pernah menang (sedih juga kalau diingat-ingat :'().

  4. Keempat membangkitkan semangat menulis dengan cara mengikuti komunitas. Cara ini cukup efektif untuk meminimalisir rasa malas dan kebuntuan dalam menulis. Dengan mengikuti sebuah komunitas atau grup kita akan tergabung bersama lingkungan yang membawa spirit untuk meraih tujuan yang sama, sehingga kita memiliki rekan yang bisa mengingatkan kita untuk bersemangat kembali dan menghasilkan tulisan atau bisa banget jadi tempat bertanya kalau lagi ada pertanyaan (colek teman-teman yang dalam komunitas tersebut ada aku di dalamnya, khususnya circle kecil Blogsri Uhuy).

  5. Cara selanjutnya ini seharusnya menjadi cara paling ampuh dan murni, yaitu dengan mepertanyakan kembali tujuan kita menulis. Sehingga kita memperoleh semangat dan kemurnian niat baru. Tapi...tapi...tapi aku pribadi sejujurnya kalau ditanya "apa tujuan kamu nulis ?' aku sendiri bingung. Paling-paling yang muncul adalah kalimat alasan yang terkesan klise dan kalau ditelisik lebih jauh lagi bahkan aku tidak paham apa arti kalimat tersebut. Jadi cara ini jarang berhasil kepada diriku bahkan cendrung menghasilkan kemunduran karena jadi nyadar bahwa dari tulisan-tulisan ku dalam blog ini jauh dari manfaat.

  6. Cara terakhir untukku mencoba keluar dari posisi ini adalah dengan berharap. Sesungguhnya walaupun aku menyadari poin nomer lima, masih ada ruang kecil dalam diriku yang berisi harapan bahwa setidaknya dalam dan dengan tulisan ini ada sesuatu yang menjadikan diriku lebih baik lagi (klise gak sih, tapi yaudahlah).

Begitulah, semoga yang punya istilah writer's block ini tidak keberatan dalam definisi istilahnya dimasukan kondisi kemalasan yang hakiki ini dan inilah hasil perpaduan dari cara-cara diatas. Dan tidak peduli seberapa sering kita mengalami kebuntuan yang penting kita bisa bangkit kembali. Cara-cara diatas adalah hanyalah sekumpulan prilaku yang kulakukan kalau lagi kerasukan malas. Cara kita mungkin berbeda jadi maklum saja kalau tidak sesuai dengan mu. Selamat menemukan cara sendiri untuk bangkit rekan-rekan~


Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

25 komentar

  1. Uwaw.. penyakit penulis kebanyakan ini yaa.. haha..
    aku pernah, niat nulis, udah buka laptop, tapi pas gitu langsung blank, laaah..
    akhirnya, cari ide kemana-mana, gitu sih..

    sepakat nih sama tipsnya mbak Rani, tq loh :D

    BalasHapus
  2. Bismillah.. Mari kita coba tipsnya..

    Penyakit malas emang, masaalah sepele tapi sungguh memberatkan jika tak segera diatasi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat, semoga bisa teratasi meskipun sedikit saja

      Hapus
  3. Wah, makasih banyak mbak informasinya, next kenapa akun fb kita bisa di hack mbak heeh. Semangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, eh tapi kok bingung ya, kenapa dikasihnya sarannya untuk bahas kenapa akun fb kita bisa di hack ? :D

      Hapus
  4. ini sangat membantu sekali wkwk, thanks blognyarani wkwk

    BalasHapus
  5. Writer's block emang cobaan banget buat tiap penulis ya, walaupun alasannya bisa aja cuma karena males (kayak diriku juga haha). Well, sebetulnya aku pernah denger dari salah seorang penulis, bahwa kita ini masing-masing ada penulis untuk diri kita sendiri. Nggak harus sudah buat buku novel atau non-fiksi kok untuk disebut penulis, jadi kak Rani harus mulai PD ya sebut diri sendiri penulis! *walah kok kayak jadi marahin gini ya😆. Kalau dariku sih gak ada tips tambahan apa-apa karena betul seperti yg udah dijelaskan di atas, semoga apapun kondisinya kita bisa sadar untuk mau segera bangun dari kemalasan. Aku rasa dengan adanya kesadaran itu minimal udh membuat kita selangkah lebih maju dari writer's block ini😁

    Semangat terus ya kak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banyak kak sudah diingatkan, duh jadi malu seharusnya mah PD aja gitu ya :)

      Hapus
  6. Dzuwi Siti Nafia15 Agustus 2020 08.13

    Masyaaallah bermanfaat banget mbak. Syukron & semangaat :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih juga Dzuwi sudah membaca, semoga bermanfaat~

      Hapus
  7. Kamu adalah penulis, krn kamu sudah menulis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau gitu berarti bukan penulis tapi pengetik, karena aku sidah mengetik~canda kak hehe

      Hapus
  8. Rena juga sering ngalamin Writer's Block (*sok sok an jadi writer, padahal tukang Curhat Doang di jendela wkwk

    makasih tipsnya Mbak, sangat bermanfaat. Otw diterapkan nih :)

    BalasHapus
  9. Wah, akhir-akhir aku juga seperti ini. Tipsnya cukup membantu mbak. #DS

    BalasHapus
  10. Wahh, jadi termotivasi lagi untuk menulis kembali, dan semakin malu bahwa belum ada apa-apa nih, jadi keringat ketika hal itu terjadi pada saya🤭🙏

    BalasHapus
  11. Wahh, jadi termotivasi lagi untuk menulis kembali, dan semakin malu bahwa belum ada apa-apa nih, jadi keringat ketika hal itu terjadi pada saya🤭🙏

    BalasHapus
  12. Waaah keren kak, Semangat terus yah kak

    BalasHapus
  13. Pengen nampar diri sih kalo lagi gak mood nulis. Tapi ya gitu, mau gimana lagiii :(

    BalasHapus
  14. Kalau tips versi aku : bikin tulisan di note hape dulu wkkw. Terus baru pindahin ke laptop. Tampilan word yang putih dan lebar mengintimidasi kita seolah-olah kita harus nulis banyak dan panjang. Bikin ide-ide jadi terbang wkkw

    BalasHapus
  15. Sering nunda², terlena dan ujung² nya lupa tak berdaya :))

    BalasHapus
  16. Saya tipe yg kudu dipaksa dan punya teman pengingat kaya nya wkwkwk.. nulis itu unik ya mbak, kalo lama gak nulis jd males, tp klo dipaksa dan trus nulis gak bisa berhenti wkwk. Pengennya nulis mulu

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca, bagaimana menurut mu ?

Subscribe Our Newsletter