Belajar Konsisten Menulis

belajar konsisten menulis

Setelah mencurahkan tentang kesadaran betapa malas dalam diri telah begitu banyak merenggut waktu hidup ini pada postingan writer's block? dan cara mengatasinya kemarin. Hari ini aku memutuskan untuk menabuh gendrang peperangan. Aku akan  belajar kosisnten menulis dengan cara menantang diri sendiri untuk nulis dan upload tulisan selama tujuh hari secara berurutan. 

Tantangan ini dimulai dari kemarin sebagai nol dan hari ini satu dan seterusnya hingga berakhir Rabu depan tanggal 19/Agustus.  Selanjutnya tulisan ini akan diberi tag #7.

Tujuh hari bagi kebanyakan orang mah sedikit, tapi gimanapun membutuhkan usaha lebih dan ekstra untukku pribadi. Sebenarnya bukan sekali hal semacam ini kulakkan dengan muluk-muluk bikin target besar, namun selalu berakhir dengan pura-pura lupa. 

Salah satu kejadiannya persis terjadi belum lama ini. Waktu itu tag #30 pernah tersemat dibeberapa tulisanku di blog ini. Tidak salah-salah pengennya belajar konsisten menulis ala-ala tantangan 30 hari menulis yang banyak diikuti di instagram diakhir atau diawal tahun gitu. Tapi memang terlalu maruk kayaknya, manusiawi gaes.

Ujung-ujungnya  entah baru hari keberapa berjalanan tantangan buat nulis tersebut, seingatky mungkin baru tiga hari. Diam-diam tanpa persaan menyesal apalagi bersalah karena telah menyerah dan takluk oleh kemalasan kuhapus itu tag. 

Sambil nyengir kuda, berbagai macam alasan keluar sebagai pembenaran. Kira-kira beginilah bunyinya pembelaan klise tersebut.
  •  Pertama "Stop aja dulu ah mau hemat kuota internet nih, lagi kritis" eh-eh malah sibuk scrolling instagram, nonton yutup dan kegiatan yang lebih boros kuota lainnya And the end tuh kuota malah habis berapa kali lebih cepat dari yang seharusnya.
  • Selanjunya "Mau fokus sama yang ini dulu deh" Padahal mah dalam sehari yang ini itu paling hanya menyita waktu 2-3 jam kalau beneran dikerjakan dan dicicil. Tapi gitu milih ngerjaiinnya malah sengaja di ujung-ujung dan berakhir dengan sistem kebut semalam sampai-sampai lupa tidur.

Padahal alasan yang paling tepat adalah karena malas tadi. Hal ini juga diikuti faktor pendukung karena tidak jejak yang tertinggal dari hal tersbut.  Jadilah tidak ada penyesalan dan motivasi untuk jadi lebih baik lagi setelah kegagalan tersebut. 

Maka dari itu atas pengalaman dari kejadian sebelumnya, kali ini aku sengaja mengumumkan bahwa selama tujuh hari mulai dari hari postingan ini aku akan nulis dan upload setiap hari. Konten yang akan ditulis disini tetap seperti ini, kurang kejelasan. Tema dan pembahsan campur campur sari tergantung apa yang mucul dikepala aja. Bisa jadi tulisan semacam ini, nulis puisi kalau lagi ada momennya dan bahas buku.

Meskipun katanya "don't tell people your plan, show them your result". But in this case i dont wanna show anyone, i just wanna show my self, dalam kasus ini kalau boleh berkelit tujuan dari tulisan ini bukan untuk ditunjukan pada orang lain, melainkan agar dihari yang akan datang ketika aku menyerah akan ada sedikit ingatan tentang semangat yang hari ini kubangun (Insyallah). 

Postingan ini juga mungkin bisa saja kuhapus, tapi insyaallah jejak yang ditinggalkan teman-teman semua disini akan membuatku malu untuk mengendap-endap lalu menghapusnya. 

Bismillah ajalah penting usaha, sebenarnya mah gagal juga tidak apa, cuma ya itu gagal sama menyerah itu waalapun tipis ada bedanya. 



Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

6 komentar

  1. Alasan yang tertanam di otak kita menyebalkan memang. Sesuatu yang sudah terstruktur rapi sebagai jadwal, harus diulang lagi dari awal.
    Semangat buat kita.

    BalasHapus
  2. sebagai penulis, godaan memang selalu ada ya. makanya perlu niat yg utuh dari hati, pikirkan lagi tujuan awal nulis. kalo perlu setiap kali mau nulis bikin deadline sendiri, biar rada semangat gitu :D

    BalasHapus
  3. Semoga niat kak Rani untuk konsisten menulis selama 7 hari kedepan bisa terlaksana dengan baik dan lancar ya. Nggak masalah kalau topiknya campur aduk bagaikan gado-gado, yang penting senang ketika menulisnya.
    Semangat kak Rani :D

    BalasHapus
  4. Waahh..gimana hasilnya? Berhasil tercapaikah?

    Memang butuh motivasi kuat untuk bisa konsisten menulis. Dan masalahnya akan terus sama kalau kita mencari pembenaran tuk menghindar.

    Semangat terus mbak tuk terus menulis. Nanti kalau sudah terbiasa malah susah rasanya lepas dari menulis

    :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, lumayan walaupun ada beberapa hasil nge-cheat memodifikasi tulisan lama^^

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca, bagaimana menurut mu ?

Subscribe Our Newsletter