Kompetitif, Perlukah ?

Kompetifif Perlukah ?

Kompetitif adalah sebuah sikap yang ditunjukan seseorang yang berhubungan persaingan. Dalam sebuah proses mencapai sesuatu orang yang berjiwa kompetitif akan menganggap orang lain adalah saingannya, sehingga ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk jadi yang terbaik.

Aku sendiri harus mengkaui bahwa diriku ini adalah orang yang kompetitif. Terkadang aku merasa beruntung memiliki sikap seperti ini, karena dalam menjalani setiap target, aku selalu dipenuhi dengan rasa semangat. Karena sikap kompetitif itu membawaku pada perasaan bahwa aku dalam sebuah persaingan untuk menjadi yang terbaik daripada orang lain.

Baca Juga: (Puisi) Duhai Impian

Tetapi disatu sisi lain, sejak jengah dengan keberadaan jiwa tersebut dalam diriku, aku mulai berpikir perlukah untuk menjadi kompetitif ?

Jawaban dari akal warasku adalah iya perlu, tapi TIDAK dengan definisi seperti itu. Orientasi dan definisi kompetitif itu harus diubah sesegera mungkin.

Karena dengan definisi seperti itu terlalu banyak resiko yang justru membawa kita pada perasaan tidak tenang. Seperti yang ditulis dalam sebuah artikel pada laman FIMELA, rasa kompetitif yang seperti itu akan menyebabkan:
  1. Pelakunya selalu berusaha membandingkan dirinya dengan orang lain,
  2. Menimbulkan rasa kesal ketika melihat orang lain berhasil,
  3. Gampang menyerah dan putus asa, 
  4. Adanya keinginan untuk menjadi orang lain dan
  5. Bahkan diam-diam mendoakan kegagalan orang lain.
Sebagai orang yang memiliki sikap kompetitif tadi yang aku rasakan adalah bahwa kompetitif dengan definisi persaingan dengan orang lain akan mengakibatkan perasaan kita terlalu terfokus kepada orang lain, bukan kepada diri kita sendiri.

Maka menurutku untuk menghindari hal-hal negatif itu orientasi yang harus kita ubah adalah sikap kompetitif itu harus berfokus pada diri kita sendiri, bukan kepada orang lain

Rasa ingin bersaing itu bukan disasarkan untuk mengalahkan orang lain, tapi harus fokus untuk megalahkan hal-hal negatif dalam diri sendiri yang bisa menjadi penghambat dalam meraih tujuan kita.

Jika kita telah berhasil mengalahkan penghambat dari dalam diri kita sendiri maka otomatis ketika kita mencapai sesuatu, kita tidak akan peduli dengan hasil yang diperoleh orang lain. Karena memang tujuan kita adalah untuk menjadi yang terbaik bagi diri kita sendiri. Kita akan menjadi lebih tenang dan dapat mensyukuri dengan apa yang kita raih dan memunculkan komitemen untuk menjadi lebih baik lagi dilain waktu.

Hal ini tidak akan diperoleh jika sikap kompetitif tersebut mempunyai orinetasi untuk menjadi lebih baik daripada orang lain, kita akan selalu was-was dengan perasaan takut kalau-kalau pesaingmu dapat mengalhakanmu

Aku tau tulisan ini tidak akan dapat menghadirkan solusi, motivasi atau apapun. Aku hanya berharap suatu hari nanti, saat diriku mulai tersesat ditengah perasaan dikalahkan aku bisa menemukan kembali peta ini untuk kembali kepada kewarasan. Saat ini akupun masih berusaha sekuat tenaga untuk berjalanan kearah sini. 



Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

5 komentar

  1. Wawww, tulisan ini menampar diriku sekali 😫
    Aku pun juga orang yang kompetitif dan sering merasa seperti point-point yang disebutkan di atas 😫
    Belakangan ini sering berusaha mengingatkan diri jika jiwa kompetitifku lagi muncul ke arah negatif, maka aku berusaha nenangin diri dan mengatakan pada diri sendiri bahwa hidup ini komunitas jadi kita bukan harus selalu menang πŸ˜‚

    Semoga jiwa kompetitif kita ini bisa diubah menjadi lebih positif ya kak πŸ˜‚

    BalasHapus
  2. Saia juga orang yang kompetitif sih sebenernya. Kalo menurut saya, bole-bole aja berkompetisi, tapi gak sampe keluar jalur.. masi secara positif gitu :D.

    Btw, salam kenal ya mba :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup setuju, yang penting dijalan yang lurus ya kompetisinya

      Hapus
  3. Kompetitif untuk mengalahkan org lain itu memang bisa berdampak buat diri sendiri sih, contohnya kayak yg aku ceritain di blog aku yg judulnya Berteman dengan Kegagalan. Disitu aku cerita tentang proses kegagalan yg aku terima dengan sering, dan ternyata alasannya karena aku terlalu fokus menelisik kesalahan org lain sampe2 aku gak peduli untuk meningkatkan potensi diri. Jadi memang betul bahwa kita harus kompetitif sama diri sendiri dan diniatkan untuk berkembang menjadi lebih baik, bukan lebih di depan orang lainπŸ˜–

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca, bagaimana menurut mu ?

Subscribe Our Newsletter