Kembali

kembali

Setelah sekian lama tidak mempublish tulisan, akhir-akhir ini kuputuskan kembali menampilkan rajutan kata. Ya ! disinilah aku akhirnya, kembali menenggelamkan diri dalam hentakan papan ketik dengan layar berkedip.Sebenarnya jauh sebelum memutuskan untuk kembali kesini aku telah lama berkutat dihalaman lain, tapi entah karena apa halaman-halaman itu hilang dengan alasan kesibukan. Sehingga kontak WhatsApps diri sendiri menjadi halaman baru ketika sewaktu-waktu kata-kata memberontak keluar alias mengirim pesan kepada diri sendiri (lain kali akan kuceritakan tentang ini). Beberapa diaantaranya berhasil ku selamatankan dan bermuara disini 

Biar kuceritakan lebih jauh lagi, entah sejak kapan aku telah mematri kegiatan ini menjadi salah satu favorit ku. Seingatku dulu ketika duduk di Sekolah Dasar dimulai sejak bisa menulis menggunakan pena, dalam setahun tidak kurang dari tiga buah buku tulis dengan tebal 78 halaman untuk menjadi teman bercerita. Rasanya ketika itu tidak satupun kegiatan yang kulakukan yang luput dari celotehku kepadanya. Beberapa dari buku tersebut masih tersimpan hingga sekarang, menjadi mesin waktu untuk kembali kepada konyolnya aku waktu itu.

 Kebiasaan tersebut terus berlanjut, bahkan ketika duduk di Sekolah Menengah Pertama tulisan tersebut kadang-kadang bertranformasi dengan bentuk yang kemudian kutau disebut dengan puisi. Tidak jarang ketika itu teman-temanku menemukan deretan diksi di belakang buku catatan mata pelajaran milik ku. Lantas kadang juga aku di sebut alay (entah apa maknanya kala itu). Pada masa itu cerita-cerita itu akhirnya menjadi kumpulan diksi yang terbuang, diantara buku buku tersebut kini tinggal satu buku yang tersimpan. Sekali dua ketika masa itu guru bahasa Indonesia ku mengirimku untuk mengikuti ajang perlombaan meskipun rasanya belum ada diantara ajang tersebut berakhir dengan kemenangan  (lombanya lomba baca puisi, meskipun begitu aku menggunakanya untuk menunjukan deretan kata yang kuciptakan). 

Ketika memasuki kehidupan Sekolah Menengah Atas yang sibuk aku kembali tenggelam, kata-kata itu menjadi malu-malu untuk bersaing dengan kesibukanku selama di asrama. Tetapi ketika itu pula aku berkenalan dengan blog, berawal dari tugas kelompok untuk membuat laman melalui Wordpress sewaktu kelas X . Setelah tugas tersebut di selesai dipresentasikan laman tersebut menganggur. kemudian laman tersebut aku alih fungsikan menjadi wadah untuk menyimpan cerita-ceritaku. Tapi entah kapan aku kembali hanyut meninggalkan kebiasaan bercerita tersebut entah kepada buku atau laman baruku. 

Hingga waktu membawa pada kehidupan perkuliahan, sekali-kali aku pernah bersua dengan teman bercerita lama tersebut. Tapi pesona mereka hanya sekali-kali berhasil memikatku. Hingga diakhir masa perkuliahan seperti ceritaku diawal aku sekali-kali menuangkan cerita-cerita itu dengan mengirimkan pesan pada diri sendiri. Entah ada angin apa pada masa transisi sekarang aku membuka semua pesan yang kukirim dengan diri sendiri pada WhatApps . Kemudian aku mulai menangkap layar untuk membagikannya pada fitur story WhatApps dan berakhir dengan kemenangan tekadku untuk kembali kesini (ini bukan lama yang kuceritakan diatas, laman yang itu entah kemana. Mungkin secara tidak sengaja atau dalam kesadaran yang terlupa aku telah menghapusnya).

Kemudian hari ini, karena kesengajaan yang tidak disengaja aku memasang story WhatApps tentang salah satu postinganya sebelum ini terlihat oleh seorang teman  visioner yang baru-baru ini kukenal dalam sebuah tim luar biasa. Beliau memaksaku untuk bergabung dalam komunitas yang berisi orang-orang yang juga menulis  blog dikampus ku. Jujur aku awalnya enggan untuk bergabung, "toh aku juga nulis karena iseng walaupun dengan senang hati, lagian merka pasti udah pada pro nulisnya. Aku mah apa euy nulis ini aja musti typo dimana-mana" . Dengan sedikit pemaksaan akhirnya aku tergabung, grup ini memiliki rules menyetor tulisan seminggu sekali. Kali ini sungguh aku akan kembali (setidaknya sekarang begitu). 

Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter