MATI MATI


Kalbu membuncah bak leburnya dedaunan diterpa puting beliung
Gejolak rindu terus menyala
Sedang sang logika menabuh gendrang perang siap menantang

Kemana harus kumuarakan rindu
Haruskah kuiklaskan pada sang logika
Lalu menghapus semua rekam jejakmu
Atau berlari kearahmu
Menumpahkan semua isu yang tengah berkecamuk di relung hatiku
Kemudian merajut kebersamaan dan acuh terhadap logika dengan segala celotehnya

Kata orang ceritaku ini hanya persoalan kosong
Ah biarlah,
Mereka hanya tak mengetahui bagaimana rasanya
Harus memilih antara mati dan mati
Sedang hidup harus terus berlanjut

Memilihmu atau diriku adalah persimpangan paling nyata dalam perjalanan ini

Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter