Lebaran Ditengah Pandemi: Berbeda Namun Dengan Syukur Yang Sama

Lebaran Ditengah Pandemi: Berbeda Namun Dengan Syukur Yang Sama

Lebaran Ditengah Pandemi: Berbeda Namun Dengan Syukur Yang Sama- Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak kasus pertama kali ditemukan di Kota Wuhan Cina diakhir tahun 2019, masih terus berlanjut. Indonesia merupakan salah satu Negara dengan kasus yang masih sangat tinggi saat ini, setidaknya lebih dari seribu kasus baru ditemukan setiap harinya. Hal ini membuat berbagai aktivitas menjadi terhambat salah satunya adalah kegiatan keagmaan. Termasuk dalam beberapa hari kedepan kita akan merayakan hari Raya Idul Adha.

Dalam kondisi saat ini Kita harus merayakan Lebaran ditengah pandemi dengan berbagai protokol dan kebiasaan baru.  Akan tetapi pandemi ini tidak seharusnya membuat kita lupa akan syukur karena disadari atau tanpa disadari berbagai kondisi terjadi saat ini mengandung segudang hikmah yang harus kita syukuri.

Pertama, lebaran di tengah pandemi mengajarkan kita untuk lebih berhemat dan meninjau kembali kebiasaan lama yang mungkin dalam kondisi normal jarang terpikirkan contohnya adalah kebiasaan memakai baju baru. Pada masa normal memakai baju baru saat lebaran adalah suatu yang tidak bisa dipertimbangkan ulang karena sepertinya adalah sebuah keharusan. Namun dengan adanya pandemi saat ini membeli baju baru adalah hal yang sangat mubazir, karena toh dengan kondisi seperti ini yang lebih utama adalah tetap dirumah saja.


Kedua, lebih memaknai sebuah pertemuan. Pada saat keadaan normal pertemuan kita dengan kerabat dan teman-teman lebih disibukan untuk mengatur berbagai fose dengan alasan untuk mengabadikan momen bahkan tidak jarang pertemuan tersebut berlalu begitu saja karena orang dalam pertemuan tersbut sibuk dengan gawai masing-masing untuk mengabari orang diluar sana bahwa ia sedang berada pada pertemuan tersebut (read: buat snap dll), sehingga sering kali kualitas pemaknaan hari tersebut sangat rendah atau bisa jadi berlalu tanpa makna. Tetapi ditengah pandemi seperti sekarang kita lebih memiliki waktu untuk meresapi hikmah dan makna tentang keberadaan hari tersebut bahkan mungkin mulai menyadari bahwa pentingnya untuk menikmati sebuah pertemuan.

Selanjutnya kondisi lebaran ditengah pandemi menjadikan kita lebih mendekatkan kita dengan orang disekeliling kita. Dalam keadaan normal kita cendrung merencanakan untuk bersilahturahmi dengan keluarga jauh atau teman yang jarang bertemu. Namun dengan kondisi saat ini kita bisa lebih fokus untuk menghabiskan waktu lebaran dengan orang-orang disekeliling kita terutama keluarga inti.

Berikutnya dengan adanya pandemi seperti saat ini kita lebih punya waktu dan bisa meningkatkan kesadaran untuk mensyukuri hal-hal yang selama ini mungkin luput dari rasa kesyukuran karena sudah terbisa dengan hal tersebut. Salah satunya yaitu menyadari bahwa keberadan teknologi adalah hal yang harus sangat kita syukuri. Dalam kondisi pandemi seperti saat ini perannya begitu besar untuk membantu berbagai aktivitas tetap berjalanan salah satunya untuk kepentingan bersilahturahmi saat lebaran.

Ada begitu banyak hal yang sangat berharga di dekat namun tidak terlihat dan tidak bisa kita nikmati saat dijalaninya dikondisi normal.Termasuk hal-hal yang jarang disadari oleh kita ketika menjalani lebaran dimasa normal. Namun semua hal itu bisa terlihat dengan jelas pada masa pandemi ini. Hal ini juga merupakan hal yang harus kita syukri dari perbedaan keaadan harus kita jalani saat ini.


Lebaran Idul Adha kali ini memang akan terasa sangat berbeda, namun terlepas dari itu rasa syukur kita harus tetap sama bahwa semestinya ditingkatkan.

Tulisan ini hanya sekedar refleksi pribadi saja mungkin orang diluar sana bisa lebih banyak menemukan hal-hal yang selama ini terlewat tanpa pernah disadari.

Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

12 komentar

  1. Masya Allah, semoga rasa syukur kita nggak berkurang ya mbak. Maaf lahir batin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin Mba, semoga kita bisa terus menambah rasa syukur kita

      Hapus
  2. Iya, paling kerasa banget itu yg mengunjungi. Biasanya malah kalo dirayakan ada rencana jalan2 kemana gitu, atau makanan di resto. Melihat situasi skrg malah kita lebih melihat hal2 kecil sebagai wujud kesyukuran dan sumber kebahagiaan juga yaa.

    Salam kenal Mbak Rani,. :)

    BalasHapus
  3. Masyaallah semoga allah mmemberi kita kesempatan untuk bertemu dengan idul adha berikutnya. semoga bumi lekas membaik.

    BalasHapus
  4. Iyup salah satu hal yang patut kita lakukan adalah bersyukur. Beruntung kita terjebak di tengah kemodernan yang ada. Info-info jadi lebih mudah diperoleh. Gak tau kalo semisal pandemi ini hadir ketika teknologi belum ada, mungkin umat manusia terdegradasi secara signifikan :3

    BalasHapus
  5. Saya galfok sama judulnya.Persis seperti komentar mbak pada laman saya minggu lalu :)

    BalasHapus
  6. Waah blognya Rani tidak ada Blogspot nya lagi nih. Manteppp (:

    BalasHapus
  7. Lebaran kali ini memang beda karena ada Corona.

    Memang kalo lebaran biasa pada selfie jadi hilang maknanya ya? Kalo aku jarang foto foto sih, biasanya kalo silaturahmi itu ngobrol saja.

    Kalo silaturahmi yang jauh-jauh sih biasanya aku kalo sudah lewat sehari. Habis sholat Ied biasanya ke orang orang terdekat dulu, saudara baru tetangga.

    BalasHapus
  8. Masya Allah. Bener banget mbak, pandemi ini benar benar membuat kita merasa cukup itu ya cukup.

    BalasHapus
  9. Semoga wabah segera berakhir dan kembali seperti semula. Jadikan hari ini pelajaran untuk mengarungi masa depan.

    BalasHapus
  10. Syukur itu menambah nikmat, kalo kata Q.S Ibrahim ayat 7 #Dwiki

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca, bagaimana menurut mu ?

Subscribe Our Newsletter