Menjadi Cantik Yang Bijaksana: Bantu Wujudkan Visi Ekonomi Lestari

Menjadi Cantik Yang Bijaksana: Bantu Wujudkan Visi Ekonomi Lestari

Melalui penguasaan teknologi dan informasi yang semakin masif kehidupan manusia mengalami banyak perubahan, termasuk dalam hal memenuhi kebutuhannya. Namun, dewasa ini tanpa disadari bahwa kita telah jatuh dalam apa yang disebut oleh Herbert Marcuse dalam bukunya One Demensional Man yaitu false need atau kebutuhan semu. 

Produk atau barang yang selama ini dianggap dibutuhkan nyatanya merupakan dikontruksi dari produk-produk itu sendiri. Artinya kadang kala sebenarnya dalam kehidupan ini kita tidak sepenuhnya membutuhkan hal tersebut. 

Kaum yang perempuan dikenal dengan kecenderungannya bertindak menggunakan feeling menjadikan mereka sebagai salah satu segmentasi pasar yang potensial bagi ekonomi pasar. Berbagai tayangan yang gencar disodorkan oleh berbagai produk kecantikan melalui tampilan para artis atau influencer yang tinggi, berkulit putih mulus dan lain sebagainya tak ayal telah mematrikan “cantik” sebagaimana yang diiklankan sebagai impian bagi rata-rata perempuan Indonesia, sehingga produk kecantikan sudah diibaratkan sebagai sebuah kebutuhan primer.

Namun sayangnya impian untuk mencapai “cantik” yang dicita-citakan juga kerap menuai risiko yang buruk bagi Kesehatan kita secara pribadi bahkan lebih jauh pilihan produk yang salah juga dapat berdampak dan merugikan lingkungan dan orang disekitar kita.

Oleh karena penting memilih produk yang ramah lingkungan dan ramah sosial agar tidak merugikan diri kita, lingkungan dan bahkan orang disekeliling kita. 

Kandungan Produk Kecantikan yang Berbahaya dan Harus Dihindari Agar Cantik Mu Lestari

  1. Merkuri (HG)
    Dewasa ini tidak sedikit produk kecantikan yang menawarkan berbagai janji dengan harga murah dan hasil memuaskan. Namun seiring dengan hal tersebut berbagai temuan tentang adanya kandungan merkuri pada produk tersebut juga menjadi berita yang mencengangkan, jadi lebih baik berhati-hati dengan janji manis produk-produk kecantikan.


    Merkuri sendiri merupakan merupakan logam berat yang berbahaya, di dalam merkuri tersebut terdapat konsentrasi kecil yang dapat bersifat racun. Penggunaan merkuri pada produk kecantikan sangatlah berbahaya, mulai dari menyebabkan perubahan warna kulit yang menyebabkan munculnya bitnik-bintik hitam, diare hingga yang paling menakutkan adalah penggunaan merkuri dapat menyebabkan kanker. 

  2. Timbal (Pb)
    Timbal adalah kandungan yang harus diblacklist selanjutunya dari label produk kecantikan yang kita gunakan karena penggunaan timbal ini sangatlah berbahaya. Penggunaan timbal pada usia remaja mampu meningkatkan risiko menyebabkan kerusakan permanen pada otak, sistem syaraf, serta memicu problem dalam tingkah laku dan belajar, menurunkan IQ dan pendengaran, menghambat pertumbuhan, serta menyebabkan anemia. Sedangkan pada orang dewasa timbal juga tidak kalah membahayakan yaitu dapat menyebabkan gangguan sistem syaraf pusat, kardiovaskuler (akan meningkatkan tekanan darah dan hipertensi), hingga menurunkan fungsi ginjal.

  3. Paraben
    Penggunaan dan penumpukan kandungan ini dalam tubuh disinyalir dapat menyebabkan kanker payudara. Selain itu dilansir pada situ halodoc bahwa sebuah studi di Harvard juga telah menghubungkan penumpukan paraben di dalam tubuh dengan kesuburan yang berkurang,

    Paraben biasanya tertera dalam daftar komposisi dengan nama-nama sebagai berikut
    -Methylparaben
    -Propylparaben
    -Ethylparaben
    -Butylparaben

Selain list diatas masih ada lagi beberapa kandungan yang harus diwaspadai dari berbagai produk seperti Hidrokinon, Rhodamin B, Diethylene Glycol (DEG) dan lain-lain. Tips paling sederhana untuk menghindari kesalahan dalam memilih produk kecantikan adalah dengan memastikan bahwa produk tersebut sudah terdaftar dan diizinkan beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

Kandungan berbahaya dalam sebuah produk kecantikan juga dapat berpengaruh lebih luas lagi selain kepada Kesehatan kita yang berharga yaitu pengaruhnya terhadap lingkungan kita. Simak kandungan kandungan produk kecantikan yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan.

Kandungan Produk Kecantikan yang Dapat Berdampak Buruk Bagi Lingkungan 

  1. Microbeads
    Microbeads merupakan kandungan berupa partikel yang terdapat pada produk scrub atau exfoliator, sabun cuci muka, pasta gigi, serta lulur.  Kandungan ini microbeads ini pada sebuah produk kecantikan dapat membahayakan lingkungan karena partikel ini sulit terurai ketika telah digunakan.

    Karena sifatnya sulit terurai setelah kita gunakan dan terbuang ke sungai atau laut sehingga berpontensi termakan oleh berbagai biota yang menghuninya dan dapat menyebabkan mereka keracunan.

  2. Triclosan
    Tricolasan pada dasarnya adalah anti kandungan yang berfugsi sebagai anti bakteri sering ditemukan di produk deodoran dan pasta gigi.

    Namun, sifat tricolasan ini juga serupa dengan microbeads yaitu sulit untuk terurai. Saat terbilas tricolasan akan menumpuk dan mencemari air, sungai dan bahkan lautan ditambah tricolasan yang menumpuk cenderung dapat beraksi membentuk zat lain yang lebih berbahaya.

  3. Chemical Sunscreen
    Produk jenis ini banyak digunakan ketika beraktivitas di luar rungan, terutama saat berlibur ditempat yang panas seperti pantai karena dapat melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Namun, sayangnya hemical sunscreen dengan bahan aktif seperti oxybenzone bisa membahayakan lingkungan terutama bagi membuat biota karena sifatnya yang beracun. Jadi misalkan ketika kita sedang asik-asik main di pantai dengan menggunakan produk dengan kandungan semacam ini dengan tanpa berdosa kita sebenarnya sedang mengancam kehidupan makhluk lain, kan kejam.

  4. BHT (butylated hydroxyanisole) dan BHA (butylated hydroxytoluene)
    Kandungan ini sering terdapat dalam produk-produk body lotion, shampo, dan kosmetik lainnya. Namun tanpa banyak disadari penggunaan produk yang mengandung zat semacam ini juga mengancam makhluk lain karena dapat membuat keracunan.

  5. Siloxanes
    Siloxanes atau silicon  merupakan bahan yang terdapat pada produk-produk yang berbentuk lotion, cream dan perawatan rambut. Kandungan siloxanes yang menumpuk di air setelah kita gunakan dapat mencemari biota yang menghuninya. 

Selain itu juga kita harus memperhatikan label No Animal Tested yang artinya produk tersebut tidak melibatkan hewan dalam percobaanya. 

Gimana, dampak-dampak yang ditumbulkan menyeramkan bukan? Sudah seharusnya kita tidak anggap remeh hal ini, saat ini mungkin terlihat kecil dan tidak berpengaruh tapi bayangkan jika semua orang menganggap hal-hal seperti ini kecil ?

Menjadi Cantik Yang Bijaksana: Bantu Wujudkan Visi Ekonomi Lestari

Dampaknya akan sangat membahayakan, tidak hanya diri kita sendiri tapi juga lingkungan, oleh karena itu Yuk ! selektif dalam memilih produk kecantikan yang kita gunakan mulai dari memperhatikan kandungan didalamnya melalui label dan inggridients yang tertera.

Ribet ? tenang ada solusi lain untuk mewujudkan cantik yaitu dengan kembali pada produk-produk alami yang diproduksi dari tanah Indonesia alias komoditas lokal. 

Pilihan Komoditas Lokal Untuk Wujudkan Cantik Mu

  1. Madu

    Menjadi Cantik Yang Bijaksana: Bantu Wujudkan Visi Ekonomi Lestari
    foto: canva.com

    Madu merupakan salah satu produk hasil hutan bukan kayu yang dikenal dengan segudang manfaatnya termasuk untuk kecantikan. Penelitian tentang manfaat madu untuk kecantikan sudah masif dilakukan salah satunya adalah dalam sebuah jurnal yang berjudul Masker Wajah Lobak Putih dan Madu untuk Perawatan Kulit Kering. Hasil penelitian dari jurnal tersebut penelitian dari jurnal tersebut menunjukan bahwa madu menjadikan kulit lembab dan kenyal.

    Keunggulan madu hasil hutan bukan kayu Indonesia juga sudah terbukti melalui berbagai penelitian. Berbagai pilihan akan produk madu asal hutan-hutan Indonesia juga melimpah, diantaranya adalah Madu Hutan Leuser, Madu Hutan Apis Dorsata, Madu dan Tengkawang, Madu Hutani,  Madu Teras Mitra.

  2. Rempah-rempah

    foto: merdeka.com

    Indonesia sebagai sebuah Negeri dengan sejuta anugerah telah membuat berbagai varian rempah tubuh subur di tanahnya sebagai salah satu komoditas unggulannya. Bahkan rempah jugalah yang membawa Tanah nusantara menjadi primadona di masa lampu.

    Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Prof. Nana Supriatna, M.Ed yang berjudul Prosa dari Praha digambarkan bahwa Putri para bangsawan pada zaman dulu suka menghamburkan rempah-rempah untuk mandi agar mereka memiliki kulit yang indah dan bersinar. Jadi bisa dibayangkan dong efektifnya berbagai rempah-rempah tersebut bagi kulit kita kalau orang-orang jaman dulu aja rela menggunakannya untuk mandi bahkan berbagai tradisi mandi rempah juga banyak ditemukan diberbagai daerah di Indonesia seperti Tradisi Mandi Belulus Di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas.

  3. Kopi
    Menjadi Cantik Yang Bijaksana: Bantu Wujudkan Visi Ekonomi Lestari
    foto: canva.com

    Selain rempah kopi juga merupakan salah satu komoditas lokal unggulan Indonesia yang cukup mempunyai taring di mata dunia, bahkan Indonesia menempati peringkat ke-4 penghasil kopi terbanyak didunia. Total produksi Indonesia, termasuk Robusta dan Arabika, mencapai 10,7 juta karung pada tahun pemasaran 2019-2020.

    foto: bbc.com

    Dalam bidang kecantikan kopi dikenal karena mempunyai beberapa khasiat diantaranya yaitu  mengurangi selulit dan mengatasi mata panda karena kandungan kafein di dalamnya dapat melebarkan pembuluh darah, kopi juga dapat digunakan untuk perawatan kulit berjerawat karena kandungan asam klorogenat yang memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri.

    Oleh karena itu seyogyanya kita turut memanfaatkan kopi sebagai salah satu alternatif untuk mewujudkan impian kecantikan kita.

Disamping pemanfaatannya secara langsung berbagai komoditas lokal Indonesia tersebut juga beberapa diantaranya sudah dapat dinikmati produk turunannya. 

Menggunakan komoditas lokal sebagai pilihan cantik kita jelas jauh aman bagi kesehatan karena tidak memiliki efek samping begitu juga bagi lingkungan karena produksinya yang ramah lingkungan dan ramah sosial. Selain itu juga kita dapat memberdayakan perekonomian perekonomian masyarakat sehingga tidak hanya lingkungan terjaga masyarakat pun sejahtera.

Hal inilah juga yang coba digaungkan Lingkar Temu Kabupaten Lestari melalui visi ekonomi lestari. Berkomitmen untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan serta masyarakat yang dapat menikmati hasilnya.

See, pilihan “cantik” kita juga bisa memberikan kontribusi terhadap banyak pihak. Ayo ambil bagian ! 

Sumber Bacaan:
https://hutanitu.id/pesonahutan/komoditas-pangan/
https://hot.liputan6.com/read/4307942/6-bahan-kimia-kosmetik-yang-berbahaya-bagi-kulit-dan-kesehatan
https://www.sehatq.com/artikel/waspadai-10-kandungan-skincare-yang-berbahaya-apa-saja
https://www.halodoc.com/artikel/waspada-5-bahan-kimia-dalam-produk-kosmetik-ini-berbahaya
Supriatna, N. (2018). Prosa dari Praha: narasi historis masyarakat konsumen era kapitalisme global. PT Remaja Rosdakarya.
Marcuse, H. (2013). One-dimensional man: Studies in the ideology of advanced industrial society. Routledge.
Wulandari, W., Anggoro, A. B., Purwaningsih, Y., Elisa, N., Dinurrosifa, R. S., Indriyanti, E.& Ramonah, D. (2020). Aplikasi Serbuk Kopi (Coffea sp.) Tempur Dalam Sediaan Masker Gel Peel Off. REPOSITORY STIFAR, 2(1), 68-75.
Susanti, A. (2020). Masker Wajah Lobak Putih dan Madu untuk Perawatan Kulit Kering. Garina, 12(1).
Sinulingga, E. H., Budiastuti, A., & Widodo, A. (2018). Efektivitas Madu dalam Formulasi Pelembap pada Kulit Kering. DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO), 7(1), 146-157.
https://www.bbc.com/indonesia/majalah-43772934
Fitriyani, Y., Supriatna, N., & Sari, M. Z. (2021). Pengembangan Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Kreatif pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 7(1).







Related Posts

1 komentar

  1. Iya, masih banyak komoditas lokal kota yang berkualitas untuk dimanfaatkan jadi bahan produk kecantikan ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca, bagaimana menurut mu ?

Subscribe Our Newsletter