8 Tips Melakukan Parafrase Anti Plagiarsme

8 Tips Parafrase Anti Plagiarsme

Dalam melakukan kegiatan tulis-menulis, mencari sumber-sumber dan teori yang relevan untuk menguatkan teori atau gagasan dalam tulisan yang sedang dibuat merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilakuakan. Namun seringkali ketika melakukan kegiatan ini, kita membuat kesalahan fatal yaitu dengan menyalin apa yang tertulis pada sumber tersebut secara langsung atau copy paste, tindakan ini dinamakan plagiarisme.

Tindakan plagiarisme dalam etika akademik merupakan perbuatan tercela dan akan berdampak buruk pada track record kepenulisan kita. Selain itu dalam proses penulisan tugas akhir di perguruan tinggi nilai plagiarisme yang dicek melalui aplikasi turnitin mempunyai standarnya masing-masing. Contohnya di Universitas saya ketika itu, nilai turnitin yang diharuskan dibawah 20% , syarat ini harus dipenuhi ketika akan menghadapi sidang akhir.

8 Tips Melakukan Parafrase Anti Plagiarsme
contoh hasil turnitin skiripsi saya

Untuk menghindari plagiarisme kita harus melakukan parafrase. Menurut Kamus Oxford Advanced Leaner’s Dictionary, parafrase merupakan cara mengekspresikan apa yang telah ditulis dan dikatakan oleh orang lain dengan menggunakan kata-kata yang berbeda agar membuatnya lebih mudah untuk dimengerti. Secara singkatnya parafrase adalah kegiatan untuk meminjam ide dari sebuah sumber tetapi mengubahnya dalam kalimat yang berbeda namunpada konteks yang sama. Berikut adalah beberapa tips melakukan parafrase anti plagiarisme.

  1. Bacalah teks sumber atau teori secara seksama
    Usahakan ketika membaca teks sumber atau teori lebih dari satu kali. Hal ini berguna agar kita benar-benar memahami isi teori atau teks tersbut. Hal ini berguna ketika kita kan menuliskan kembali.

  2. Singkirkan teks sumber dan tulislah kembali gagasan yang telah dipahami. 
    Ketika menulisan ulang gagasan yang telah dibaca usahakan untuk tidak melihat kembali teks yang telah kita baca, karena ketika kita melihat teks tersebut kembali kita akan cendrung meniru kata-kata secara persis hal inilah yang dapat membawa kita secara tidak sadar pada tindakan plagiarisme.

  3. Buatlah daftar kata atau kata kunci yang dapat mengingatkan kita dengan teks yang telah dibaca. 
    Hal ini berguna agar teks yang kita parafrase tidak berubah maknanya terhadap teks aslinya.

  4. Bandingkan teks yang telah berhasil kita tulis dengan teks asli atau sumber.
    Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah semua gagasan terutama gagasan utama yang ada pada teks asli sudah tercantum pada tulisan hasil parafrase kita.

  5. Apaila pada langkah ke 4 kita masih menemukan kemiripan teks yang kita tulis dengan sumber aslinya beruhasa untuk menggantikan kata-kata yang ada dengan mencari sinonim katanya. Kegiatan ini bisa dilakukan dengan bantuan aplikasi sinonim.

  6. Apa bila ada istilah atau terminologi khusus yang tidak bisa digantikan dengan kata lain sehingga kita harus menyalin istilah yang ada silahkan menggunakan tanda petik untuk mengidentifikasikannya.

  7. Tuliskan sumber dan daftar pustaka untuk menegaskan bahwa teori atau gagasan yang kita tulis merupakan hasil pemikiran atau tulisan orang lain yang sudah ada sebelumnya.

  8. Perbanyak membaca
    Tips ini sebenarnya tidak termasuk dalam rangkaian ketika melakukan kegiatan memparafrase, namun dengan banyak membaca perbendaharaan kata kita akan semakin kaya sehingga memudahkan kita untuk melakukan parafrase.
Namun perlu dipahami bahwa kemampuan melakukan parafrase dengan baik bukanlah pekerjaan mudah, melainkan harus dengan latihan dan pembiasaan diri, 

8 tips melakukan parafrase anti plagiarsme diatas dapat kamu terapkan setiap melakukan latihan parafrase, seiring dengan seringnya melakukan kegiatan tersebut kita akan terbiasa dan akhirnya dapat dengan mudah melakukan parafrase dalam waktu yang singkat. Bahkan hanya dengan sekali membaca sudah langsung terlintas teks apa yang hendak kita tulis berdasarkan apa yang dibaca.

*disclaimer penulispun hanyalah orang yang masih belajar untuk bisa memparafrase dengan baik dan benar. Selamat belajar~




Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter