Review Buku KALA: Kita adalah Sepasang Luka yang Saling Melupa


Kali ini aku akan review buku yang berjudul KALA: Kita adalah Sepasang Luka yang Saling Melupa. Buku ini kubeli dari Play Buku dengan diskon dari voucher Rp.50.0000 (waktu itu harganya Rp. 56.000, jadi hanya membayar Rp.6.000😆). Jadi bentuknya adalah e-book yang bisa dibaca melalui aplikasi tersebut. Bisa dibeli atau mau lihat-lihat bisa klik disini.


Identitas Buku
Judul Buku: KALA: Kita adalah Sepasang Luka yang Saling Melupa
Penulis: Hujan Mimpi dan Eleftheriawords/ Syahid M. (Penulis Tumbr)
Penerbit: Gradien Mediatama
Terbit: 1 Jun 2017
ISBN: 9786022081555
Tebal: 327

Novel bergenre fiksi/romance/umum ini berkisah tentang dua orang manusia yaitu Lara dan Saka. Mereka adalah dua orang yang dalam hidupnya sama-sama merasakan luka.

Lara adalah seorang editor di suatu perusahaan penerbitan di Kota Jakarta yang gemar menulis dan Saka adalah seorang Frelance di Kota Bandung mempunyai hobby fotografi. 

Dua orang ini kemudian dipertemukan dalam suatu skenario smesta. Lalu berusaha untuk saling menyembuhkan, sebelum akhirnya sampai pada titik baru yang menitipkan sebuah kesadaran baru.

Cerita pada novel ini dibungkus oleh penulis dengan diksi yang sangat rapat, sehingga begitu terasa puitis bahan dalam percakapanya. Kedua tokoh digambarkan sering mengungkapkan perasaan melalui puisi-puisi yang indah. Dalam puisi ada begitu banyak spirit yang disampaikan penulis kepada pembaca. 

Sudut pandang dalam cerita ini digambarkan melalui dua arah yaitu dari sisi Lara maupun Saka, sehingga pembaca bisa detail memahami perasaan kedua tokoh terhadap suatu kejadian. Tetapi kedua sudut pandang ini juga kadang-kadang menurut ku terasa agak sia-sia karena dari satu sudut pandang saja sudah terasa cukup tergambar bagaimana jika peristiwa tersebut dilihat dari sisi sebaliknya.

Dalam beberapa percakapan Lara dan Saka berbicara menggunakan bahasa inggris full tanpa ada translatenya, sehingga bagiku yang bahasa inggrisnya agak bagus ini agak membutuhkan waktu untuk memahami ceritanya. Bagi beberapa orang yang mungkin kemampuan Bahasa Inggrisnya level intermediate mungkin bukan masalah^^.

Setelah buku ini, cerita Saka dan Lara bersambung ke buku yang berjudul Amor Fati: Kita adalah Sepasang Salah yang Menolak Pasrah.

Selamat membaca, semoga review yang sangat singkat ini bermanfaat.




Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

2 komentar

  1. Saya follow penulisnya di Instagram tapi belum pernah membaca bukunya, hehe. Saya suka desain sampulnya, sederhana namun menarik. Terimakasih reviewnya. Jadi dapat gambaran mengenai alur cerita novel ini. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. saya juga suka dengan covernya, elegan.

      Selamat membaca^^

      Hapus

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca, bagaimana menurut mu ?

Subscribe Our Newsletter