Puisi: Melihat Hujan Pergi

Puisi: Melihat Hujan Pergi

Langit,
Sore ini ada yang lain dari kisahnya.

Ia tak lagi bercerita tentang sesalnya, melepas rinai yang telah sepenuh hati ia selimuti dengan awan putih, hingga rela menjadi hitam pekat.

Temeram cahayanya melukiskan senyum, mendengar isak bahagia dari sekumpulan daun Kayu Jati yang telah lama menanti datangnya sang rinai.

Cerita dari kawanan angin yang tak sengaja ia dengar ketika melintasi dirinya membuat wajahnya memanas bersemu.

Lagi pula jika saja tadi pagi sang rinai tak mumutuskan pergi dari belaian awan, akan semakin banyak luka sang langit mendengar rintihan darinya yang sudah begitu merindu pada bumi.

Langit tak lagi berduka atas kepergian sang rinai, karena ia tau esok ia akan melihatnya lagi ketika ia menyatu pada pucuk daun baru di hutan kayu jati yang saat ini jelas dipandangnya.

Entah siapa yang lebih tabah,
Langit yang kehilangan ?
Sebingkai hujan yang menerima dimana pun terjatuh ?
Atau, aku menyaksikan kisah keduanya ?
Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar

Terimakasih telah membaca, bagaimana menurut mu ?

Subscribe Our Newsletter