Puisi Terbujuk Rayu

Puisi

Puisi Terbujuk Rayu

Wahai Tuan ,

Entah ini hari keberapa sejak terakhir kali kau sambangi cerita kami, berijab tentang perjalanan dengan akhir yang bahagia.

Waktu itu ku ingat senyum mu penuh rayu menggantung cita dengan segenap asa.

Kami mudah saja percaya, apa lagi dengan fulus lima puluh ribu sebagai maharnya.

Lalu kami jadikan kau nahkoda ceritanya dengan segenap pengharapan.

Satu dua hari mungkin tak masalah masih terombang, mungkin mesin dilambung kapal memang sudah lama tak menderu, sekali coba tak bisa langsung jalan.

Ataukah dengan sengaja tuan tak ingin menyadari, agar tak tertuntut ? Lalu pergi jua
Rani Oktapiani
Hanya seorang seperti kebanyakan orang

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter